KLIKJATIM.Com | Gresik - Ratusan warga Sukomulyo yang tergabung Forum Komunikasi Warga Desa Sukomulyo (FKWDS) Kecamatan Manyar, Gresik kembali datangi pabrik PT KAS di Jalan Raya Sukomulyo, Tenger, Manyar Gresik.
[irp]
Baca juga: Sengkarut Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Polisi Temukan Data Manifes Tak Sinkron
Kali ini warga kembali menuntut perjanjian tahun 2004 yang sudah disepakati oleh pihak pabrik. Dengan membawa satu mobil komando (Mokom) serambi berbaris warga kemudian duduk di tenda depan pabrik mie Sedaap itu. Ada 3 tenda, satu tenda terpal, dan dua tenda warna warni pedagang kaki lima.
Tampak puluhan personil TNI-Polri serta satpam pabrik Mie Sedaap mengamankan situasi aksi dari warga Sukomulyo.
Korlap aksi sekaligus Ketua FKWDS, Suudi Wafa menuntut PT KAS untuk merekrut karyawan di lingkungan ring satu bukan melalui outsourching (OS). "Langsung melalui pihak PT. KAS tanpa ada perantara CV," katanya. Kamis (17/9/2020).
Baca juga: Perluasan Areal Tebu Dimulai, SGN Perkuat Produksi Gula di Indonesia Timur
Hal lain juga disampaikan massa aksi lainnya, Haris Sofwanul Faqih menjelaskan, persoalan masyarakat Sukomulyo tentang ketenagakerjaan yang banyak diantara warga tidak bekerja. Padahal statusnya ring satu.
"Warga yang menganggur bisa bekerja, dan warga yang telah bekerja bisa ditetapkan pegawai tetap. Ada sekitar 15 ribu karyawan yang datang dari luar Kabupaten bisa bekerja, ini ada ratusan warga pribumi juga ingin bekerja," tegasnya.
Dan untuk pemberdayaan masyarakat Sukomulyo, warga meminta untuk karyawan mie Sedaap bisa memempati indekos sebagai pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Ini juga dampak perusahaan untuk meningkatkan perekonomian warga sekitarnya", jelasnya.
Baca juga: Sah! P-APBD Sumenep 2026 Tembus Rp2,61 Triliun, Pemkab Pacu Pembangunan di Sisa Tahun
Massa aksi juga datang dari lembaga swadya masyarakat, seperti Forkot, Gepal, dan Genpatra. Dan sampai berita ini ditulis perwakilan massa aksi beruadiensi bersama pihak pabrik. (bro)
Editor : Redaksi