Potongan 20 Persen dari Aplikator Picu Kemarahan Ojol Jatim

klikjatim.com
Massa aksi dari ojol se Jatim memadati Kantor Gubernur di Surabaya. (M Sohibul Anwar/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Ribuan driver ojek online (ojol) di Jawa Timur bergerak menggelar aksi demosntrasi ke Kantor Gubernur di Jalan Pahlawan, Nomor 110 Surabaya, Selasa (15/9/2020). Massa aksi ini tergabung dari organisasi dan komunitas ojol se Jatim.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Salah satu tuntutan yang disampaikan dalam orasinya di depan kantor Gubernur, pihak aplikator harus menghentikan pemotongan hasil orderan sebesar 20 persen. Pasalnya kebijakan itu sangat merugikan.

“Kami tidak miskin. Tapi dimiskinkan sistem," teriak salah satu orator di atas mobil.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Hendrik, seorang driver ojol yang datang langsung dari Lawang, Kabupaten Malang menambahkan, tuntutan dalam demonstrasi ini bukan hanya terkait evaluasi potongan 20 persen dari aplikator. Tapi juga mempertanyakan tentang pembagian bantuan sosial (bansos) yang dinilai tidak merata.

"Termasuk bantuan sosial juga mas," ujarnya.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Setelah beberapa saat melakukan orasi, lima perwakilan dari Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) dipersilahkan masuk untuk audiensi. Mereka berembuk dengan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

"Sekarang masih pertemuan di dalam. Diwakili PDOI, sekitar lima perwakilan tadi," sebutnya. Hingga berita ini dituliskan, aksi unjuk rasa ojol di Surabaya tersebut masih berlangsung. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru