KLIKJATIM.Com | Probolinggo - Plt Direktur RSUD dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, RSUD tersebut belum dilockdown. Alasannya, lebih mengutamakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Terpenting, RSUDmemperketat protokol kesehatan.
Plt Direktur RSUD dr Mohammad Saleh dr Abrar HS Kuddah mengatakan, pihaknya tidak perlu menutup rumah sakit. Hal ini agar masyarakat tidak bingung ketika butuh berobat atau memeriksakan kesehatannya.
Baca juga: Sinergi Kemnaker-FPPI: Buka Kran Akses Kerja dan Mandirikan Ekonomi Perempuan
[irp]
Pria yang juga juru bicara Satgas Penanggulangan dan Percepatan Penanganan Covid 19 menjelaskan, pihaknya telah mengantisipasi, agar warga yang berkunjung ke RSUD tidak terpapar virus Corona. Langkah yang diambil dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, bahkan lebih ketat. “Kami sudah antisipasi sedini mungkin. Jangan sampai ada penunjung RSUD terpapar,” ujarnya.
Mengenai operasi pasien, pihaknya telah mempersiapkan tim medis dan kepala operasi. Ia juga telah memerintahkan untuk menyemprot ruangan dan fasilitas yang ada di RSUD. Bahkan untuk penanganan pasien, dr Abraar mengaku, telah menyiapkan tim medis dan para medis yang tangguh. “Jadi tidak perlu ditutup. Pelayanan tetap kami buka,” tandasnya.
Baca juga: Dipicu Dendam Lama Soal PTSL, Dua Pria Lansia di Sampang Duel Hingga Babak Belur
Dalam kesempatan itu, pemilik Rumah Sakit Dharmna Husada ini membenarkan, kalau dirinya positif terpapar covid 19 sejak, Kamis (10/9) minggu lalu. Setelah dirinya melakukan swab yang digelar pemkot.
“Kamis lalu, saat kami ikut Swab bersama OPD lain di Pemkot. 4 hari lalu. Tapi sekarang saya sudah baikan,” katanya.
Meski kesehatannya lambat laun membaik, namun dr Abraar masih melakukan karantina mandiri di rumah tinggalnya. Dinas Kesehatan (Dinkes) telah melakukan tracing terhadap keluarga dan rekan yang pernah kontak dengan dr Abraar. Hasilnya, tak ada satupun yang tertular virus corona.
“Keluarga kami negatif semua. Termasuk temen-teman yang pernah kontak langsung sebelumnya dengan saya,” tambahnya.
Dia mengungkapkan tidak mengetahui dari mana terpapar Covid-19. Pasalnya, dia sering keluar masuk kota, termasuk ke Surabaya dan Jakarta untuk penanganan Covid-19 dan keperluan dinas lainnya. (hen)
Editor : Abdus Syukur