Kejaksaan Bangil Pastikan Kasus Hutan Jadi Galian C PT ASA Lanjut

klikjatim.com
Kasi Pidsus Kejari Bangil, Denny Saputra

KLIKJATIM.Com I Pasuruan - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil pastikan kasus pemanfaatan kawasan hutan sebagai tambang galian C oleh PT Agung Satriya Abadi (ASA) terus berjalan. Bahkan, Korps Adhiyasa sudah memanggil beberapa pihak diantaranya, KPH Pasuruan, Perhutani Divisi Regional Jatim, dan PT ASA sendiri.

[irp]

Baca juga: PT SGN Serahkan Bantuan Mobil Ambulans untuk Puskesmas Mider Lampung Utara Lewat Program TJSL

"Pamanggilan tersebut seputar kasus pemanfaatan hutan," ujar Kasi Pidsus Kejari Bangil, Denny Saputra  pada KlikJatim.com, Rabu (9/9/2020).

Selain itu, pihaknya juga menggali proses perizinan tambang milik PT ASA. Termasuk juga persyaratan kompensasi lahan penggantinya, apakah sudah terpenuhi atau belum. Karena dirasa ada yang janggal.

Baca juga: Pemprov Jatim Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran, Dapat Insentif Rp3 Miliar

Sementara itu, Humas Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pasuruan, Nur Ikhsan mengaku baru mendengar informasi tersebut. "Saya baru dengar informasi tersebut karena baru jabat sebagai humas disini," kilahnya.

Baca juga: Tingkatkan Produksi, Puluhan Pembudidaya Ikan Lele Ikuti Pembinaan di Dinas Perikanan Sampang

Namun, ia mendengar kasus pemanfaatan hutan ditangan Kejaksaan. Disingung soal kompensasi lahan seluas 15 hektar oleh PT ASA kepada Perhutani. Nur Ikhsan tegaskan, belum terealisasi. "Sampai saat ini pihaknya belum menerima lahan kompensasi dari PT ASA," pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jatim memberi teguran kepada PT ASA segera merealisasikan lahan pengganti. Apabila, dua tahun pihak PT ASA tidak merealisasi lahan pengganti seluas 15 hektar, maka izinnya dicabut. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru