KLIKJATIM.Com l Gresik - Pemerintah Kabupaten Gresik tidak mau menurunkan intensitas edukasi dan kampanye pemakaian masker kepada warganya. Bahkan, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto terus meningkatkan kampanye dengan menggerakkan seluruh elemen pemerintah dan TNI Polri untuk bersatu mengajak warga menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan.
[irp]
Baca juga: Ranperda RTRW Gresik Disetujui DPRD, Jadi Acuan Pembangunan 20 Tahun ke Depan
Data dari Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik, hingga Senin (7/9/2020), jumlah pasien yang sembu di Kabupaten Gresik sudah bertambah 21 orang. Hingga secara keseluruhan pasien sembuh selama pandemi ini mencapai 2.273 orang. Sementara pasien yang terkonfirmasi pada Senini ada 19 orang dengan jumlah keseluruhan tercatat ada 2.798 orang. Untuk pasien yang masih menjalani perawatan maupun isolasi mandiri sebanyak 349 orang.
Juru Bicara Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik, drg Saifudin Gozali menyebut Gresik saat ini masuk Zona Oranye dari sebelumnya yang kategori zona merah. Pihaknya menyampaikan apresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak terutama petugas kesehatan di Gresik yang sudah berhasil meningkatkan kesembuhan sampai lebih dari 80 persen.
Baca juga: Sinergi Pemerintah dan Stakeholder Dukung Daya Saing Industri Nasional di JIIPE
"Keadaan ini yang membuat Gresik keluar dari zona merah menuju oranye. Insya Allah ke depan akan semakin baik,” ujar Saifudin Gozali.
Disebutkan, angka kesembuhan pasien pada Senin ini terbanyak datang dari Kecamatan Manyar yakni ada 8 orang. Masing-masing Desa Manyar Sidomukti 2, Sukomulyo 2, Suci 2, Pongangan 1, Leran 1. Menyusul di Kecamatan Kebomas ada 7 orang berasal dari Desa Kedanyang 2, Randuagung 1, Gending 1, Kawisanyar 1, Kembangan 1, Sidomukti 1.
Baca juga: Bupati Fandi Akhmad Yani Tegaskan Komitmen Penguatan Layanan Kesehatan.
"Kemudian Driyorejo ada 5 orang berasal dari Desa Driyorejo 2, Randegansari 1, Bambe 1, Kesamben wetan 1. Selanjutnya Kecamatan Wringinanom 1 dari Desa Sooko," pungkas Saifudin Gozali. (hen)
Editor : Redaksi