Pengganti Risma Pikul Beban Berat

klikjatim.com
Pengamat politik UIN Sunan Ampel Surabaya Andri Arianto.

KLIKJATIM.Com | Surabaya  –  Penataan Kota Surabaya yang mulai dirasakan sejak era Wali Kota Bambang DH.  Ketika dilanjutkan Tri Rismaharini (Risma), tata kota Surabaya semakin terarah.  Dua periode kepemimpinannya Risma terasa begitu menendang.

[irp]

Baca juga: Gubernur Khofifah Sampaikan Nota Penjelasan Dua Raperda Strategis di DPRD Jatim

Tentunya hal ini menjadi  “beban”  bagi penggantinya. Setidaknya walikota pengganti Risma mampu menawarkan kapasitas yang minimal setara.

“Kedepan, wali kota terpilih  dituntut harus melampaui kinerja wali kota Risma,” Kata Pengamat politik UIN Sunan Ampel Surabaya Andri Arianto, Sabtu (5/9/2020).

Andri juga merinci, kebutuhan masyarakat Surabaya yaitu ada di sektor pendidikan dan kesehatan. Kedua sektor ini, menurutnya, bisa menjadi atensi khusus bagi para cawali.

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Menurutnya sektor pendidikan dan kesehatan masih memerlukan perhatian. Masyarakat Surabaya masih membutuhkan pendidikan serta kesehatan yang terjangkau, bahkan gratis.

"Pendidikan gratis dan murah sampai level setinggi-tingginya bagi warga. Fasilitas kesehatan terjangkau hingga gratis," jelasnya.

Wali Kota Risma juga giat membangun infrastruk sebagai jalan keluar persoalan kota seperti banjir. Demikian juga dengan taman terus dibangun hingga penghujung masa jabatan Risma.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

"Tentunya wali kota pengganti Rima wajib bangun infrastruktur publik sampai ke kampung-kampung se-Surabaya," kata dia.

Dosen Fisip Uinsa ini menambahkan dalam kurun waktu 3 sampai 5 tahun ke depan, masyarakat Surabaya bisa memiliki kebahagiaan dan berkecukupan atas nama kemanusiaan. Asalkan, ada pendapatan yang layak bagi masyarakat.  "Ini pekerjalan rumah lainnya, meningkatkan pendapatan layak bagi warga Surabaya hingga tidak ada lagi masyarakat berpenghasilan rendah," pungkasnya. (rtn)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru