KLIKJATIM.Com | Nganjuk - Sebuah perbincangan viral terjadi di kalangan netizen Kabupaten Nganjuk. Pemicunya adalah kematian bayi yang baru berusia 11 hari warga Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom Nganjuk. Bayi tersebut saat dilahirkan berjenis kelami perempuan. Yang aneh ketika meninggal dunia 11 hari kemudian, jenis kelaminya berubah jadi laki-laki. Nah loh.
[irp]
Baca juga: Ibu dan Putrinya Penghuni Kos di Nganjuk Dibunuh Bersamaan
Keanehan ini juga dirasakan oleh orang tua bayi pasangan Fery Sujarwo (29) dan Arum Rosalina (28). Menurut Fery Sujarwo, ketika buah hatinya lahir di RSUD Nganjuk pada 18 Agustus 2020 silam, pihak rumah sakit menginformasikan jika bayinya berjenis kelamin perempuan.
"Saat itu proses persalinan berlangsung normal dan perawat yang bertugas mengatakan anak perempuan Fery mempunyai berat 2.5 kg dan panjang 46 cm. Namun saat itu saya belum sempat memberikan azan karena oleh perawat bayinya langsung dibawa ke ruang inkubator karena kondisinya lemah," ujar Fery.
Dikatakan, Arum Rosalina hanya menginap sehari semalam setelah proses persalinan. Karena selama perawatan, orang tua tidak diperbolehkan menunggui. Setelah lahir, Fery pulang dan berkomunikasi lewat WhatsApp dengan perawat RSUD untuk mengetahui perkembangan.
Baca juga: Tim Peneliti UHT Surabaya Data Indikator Geografis Perkebunan Ngetos Nganjuk
Kemudian dia mendapat kabar bayinya kritis pada Sabtu (29/8/2020) dan ternyata meninggal dunia beberapa saat kemudian. Kesediahn langsung dirasakan orang tua bayi ini. Keduanya kemudian mengurus proses pemulangan jenazah bayi. Di rumah, sebagaimana umumnya, dilakukan proses pemakaman jenazah bayi.
Namun kekagetan dirasakan keluarga ketika jenazah bayi dimandikan. Keluarga melihat jenis kelamin si bayi berbeda. Saat lahir berjenis kelamin perempuan namun saat dimandikan berubah menjadi laki-laki. Karena ada yang janggal, Fery mempertanyakan hal itu ke RSUD Nganjuk.
Selain perbedaan jenis kelamin saat lahir dan meninggal, Fery juga mengeluhkan perlakuan RSUD Nganjuk terhadap bayinya. Fery mengaku jenazah anak bayinya tidak dikafani saat diberikan kepadanya. Pihak RSUD Nganjuk juga tidak memberikan surat kematian kepadanya.
Baca juga: Polres Nganjuk Terjunkan Bhababinkamtibmas Bantu Warga Terdampak Luapan Sungai Jurang Dandang
Selain itu, tak ada arahan dari RSUD Nganjuk untuk membawa pulang anaknya menggunakan ambulans. Sehingga dengan terpaksa Fery membawa pulang anaknya menggunakan motor. "Kemarin diangkut pakai sepeda motor saya dengan dibonceng bapak mertua. Hanya ditutup jarik saja," tandas Fery.
Pihak RSUD Nganjuk sendiri hingga kini belum bisa dihubungi. Belum ada tanggapan saat detikcom mencoba menghubungi dirut dan humas RSUD Nganjuk. (dtc/hen)
Editor : Redaksi