KLIKJATIM.Com | Gresik - Kantor Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan Gresik (KSOP) Gresik melaksanakan kegiatan rutinan forum Komunikasi Perwira Keamanan Fasilitas Pelabuhan atau Port Facility Security Officer (PFSO) untuk pengamanan area pelabuhan di Gresik.
[irp]
Kegiatan pengamanan itu bertitel Join Exercise Isps Code dan Penanggulangan Pencemaran Lingkungan di Pelabuhan Gresik. Ada 10 Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) yang terlibat dalam pelatihan keamanan dan pencemaran lingkungan. Kepala KSOP Gresik Totok Mukarto mengatakan, pelatihan rutinan ini dilatarbelakangi untuk antisipasi pencemaran lingkungan, bentuk penyelundupan, dan unjuk rasa masyarakat. Hanya saja kali ini dilakukan dengan virtual yang terhubung ke beberapa TUKS, dan KSOP Gresik.
"Dengan latihan ini siap antisipasi segala sesuatu jika ada keamanan dan pencemaran, dan penyelundupan," katanya kepada awak media, Rabu (26/8/2020).
Dikatakan Totok, pelatihan ini melibtakan 10 TUKS. PT. Pertamina, PT. Wilmar, PT. Pelindo III, PT. Delta Bahari, PT. Smelting, PT. Berlian Manyar, PT. Maspion, PT PJB Pembangkit Jawa Bali, PT. Karya Indah Sejahtera, dan PT. Petrokimia Gresik. "Mereka semua terlibat, dan mereka melakukan latihan di TUKS masing-masing. Melihat apakah ada pencemaran dan penyelundupan di Laut," kata dia.
[irp]
Disebutkan, ada 5 kapal yang perpatroli untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan. "Ini satu hal standart yang dilaksanakan secara rutin untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan. Apa ada pencemaran penyalahgunaan minyak laut dengan melakukan pemasangan waterboom agar minyak tidak meluas. Dan tidak bersifat waktu, tapi situasional.
Direktur PT Kaneta Efka Jaya (KAFA) sekaligus penyeleggara pelatihan tersebut Tri Hastuti mengatakan, dalam menyelenggarakan pelatihan ini pihaknya selalu melihat legalitas sertifikasi TUKS. Atau Statement of Compliance of Port Facility (SoCP). "Yakni setifikat keamanan pelabuhan secara Internasional yang sudah terdaftar di Gresik," katanya.
Ditambahkan, The International Ship and Port Facility Security (ISPS) merupakaan program pengamanan pelabuhan yang pernah disinggahi kapal asing. Satu tahun drill tiga kali, stimulis melatih petugas keamanan, dan bagaimana jika ada penyusup, serta dengan ini menguji pengamanan pelabuhan compliance. "Tentunya mengantisipasi hal yang tak diinginkan, misal ada gagguan komunikasi dan pengamanan," pungkasnya. (mkr)
Editor : Redaksi