Penjualan Semen Turun, Laba Ikut Merosot

Reporter : Wahyudi
TURUN : PT Semen Indonesia mencatat penurunan penjualan semester ini hingga 5,8 persen

KLIKJATIM.Com  I Jakarta - PT Semen Indonesia mencatat adanya penurunan laba persero hingga 50 persen. Penurunan ini salahsatunya karena peningkatan beban bunga. Namun, Asosiasi Semen Indonesia menyebut jika permintaan semen secara nasional memang mengalami penurunan. "Kinerja positif ini tidak membuat laba bersih perseroan pada Semester I/2019 naik. Untuk periode tahun ini mengalami penurunan hampir 50 persen atau hanya sebesar Rp 485 miliar. Periode yang sama tahun lalu kami membukukan lababersih sebesar Rp 971 miliar," kata Sigit GM Corporate Communication PT Semen Indonesia dalam keterangan resminya, kemarin.

[irp]Dikatakan, penurunan laba bersih ini disebabkan adanya peningkatan beban bunga. Untuk mengejar pendapatan di semester II/2019, SI akan melalukan sejumlah upaya. Di antaranya melalui program integrasi, cost transformation, dan refinancing, kinerja keuangan Perseroan. Upaya ini diharapkan akan meningkatkan pendapatan. "Salahsatu upaya kami adalah melakukan program refinancing untuk menurunkan beban bunga pinjaman," jelas Sigit Wahono.

Ditambahkan, untuk kinerja penjualan di Semester I/2019, pihaknya mencatat ada penurunan permintaan semen. Penurunan itu terjadi secara nasional. Volume penjualan semen domestik perseroan diluar SBI mengalami penurunan 5,8 persen menjadi 11,1 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan, kata dia, penjualan ekspor perseroan di luar SBI yang berasal dari Indonesia mengalami peningkatan sebesar 2 persen menjadi 1,5 juta ton. Penjualan domestik SBI menurun 2,4 persen dari periode yang sama tahun lalu.

[irp]Sementara itu, Asosiasi Semen Indonesia (ASI). Meski demikian PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mencatat kenaikan pendapatan pada Semester I/2019 sebesar 22,9 persen. Dibanding periode yang sama tahun lalu, pendapatan tahun ini tumbuh menjadi Rp 16,35 triliun.Dikatakan, peningkatan yang sama terjadi pada EBITDA tercatat 21,9 persen menjadi Rp 3,17 triliun. Salahsatu pendorong peningkatan EBITDA adalah keberhasilan proses integrasi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) yang merupakan anak perusahaan hasil akuisi PT Holcim Indonesia Tbk sejak Februari 2019.

[irp]Terpisah, Asosiasi Semen Indonesia mengungkapkan konsumsi semen domestik hingga kuartal I/2019 menurun hingga 9,8 persen atau 4,8 juta ton. Menurut Ketua ASI Widodo Santoso penurunan konsumsi pada awal kuartal II/2019 diduga lantaran belum terealisasi proyek anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2019 di pemerintah pusat maupun daerah. Selain itu, curah hujan pada April juga cukup tinggi. “Harapan kami dengan selesainya Pemilu [pemilihan umum], kegiatan pembangunan fisik perumahan dan infrastruktur—baik pusat dan daerah—sudah mulai bergerak di bulan Mei ini,” paparnya.  Widodo menyebutkan penurunan konsumsi terbesar utamanya didorong oleh penurunan konsumsi di pulau Jawa dan Sumatera. Kedua wilayah tersebut memiliki serapan semen terbesar di antara wilayah lain. (nul)

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru