Setengah Bulan, 4 Orang Warga Pasuruan Gantung Diri

klikjatim.com
Anggota Polsek Lumbang saat mengamankan rumah korban bunuh diri di Kecamatan Lumbang Kabupaten Pasuruan.

KLIKJATIM.Com | Probolinggo - Kejadian gantung diri selama bulan Agustus ini sudah 4 kali terjadi di Kabupaten Pasuruan. Fenomena ini terjadi dipicu sejumlah masalah, salahsatunya faktor ekonomi.

[irp]

Baca juga: Pengedar Sabu Dicokok Polres Pasuruan saat Sembunyikan BB di Gorden Rumah

Kejadian terakhir dialami oleh SL, perempuan berusia 19 tahun asal Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Korban diduga mengalami depresi lantaran mengalami kebutaan. Dia memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di atas pintu ruang tengah rumahnya, Senin (17/8/2020) pagi.

Bunuh diri ini tercatat adalah insiden keempat yang terjadi di Kabupaten Pasuruan selama. Insiden pertama dan kedua terjadi Kamis (13/8) lalu yakni seorang remaja putri di Lekok dan seorang pria di Lumbang, yang depresi karena ditinggal istrinya. Sementara insiden ketiga terjadi dilakukan seorang ibu rumah tangga di Purwosari.

Insiden di Lumbang yang terjadi Minggu pagi, juga membuat gempar warga. Informasinya, berawal ketika anak perempuan korban bernama Ma, bangun tidur sekira pukul dan hendak cuci muka ke belakang. Tetiba saja Ma terkejut mendapati korban sudah menggantung pada roaster atas pintu yang menghubungkan ruang tengah dengan dapur menggunakan seutas tali tampar plastik .

Baca juga: Motor Hilang Sejak Januari, Warga Sukorejo Dapat Kabar Bahagia dari Polres Pasuruan

[irp]

Seketika itu Ma berlari ke kamar tidur untuk membangunkan Fj, suaminya dan memberitahukan bahwa ibunya yakni SL, gantung diri di roaster pintu ruang tengah. Selanjutnya Fj keluar rumah dan meminta bantuan kepada tetangga. Hingga kemudian tetangga melaporkan kejadian tersebut kepada Suraot, kepala dusun yang kemudian diteruskan ke Polsek Lumbang.

Baca juga: Buronan Kasus Jambret yang Renggut Nyawa Seorang Wanita di Sidoarjo Dibekuk Polisi

Iptu Nanang Abidin, Kapolsek Lumbang, usai kejadian tersebut pihaknya berupaya mencari keterangan. Dari penuturan keluarga, korban memang sudah depresi setahun terakhir lantaran kebutaan yang dideritanya.

“Beberapa hari terakhir juga sudah mengeluhkan ke tetangga bahwa ingin bunuh diri saja. Bahkan korban sempat beberapa kali meminta maaf kepada saudara dan tetangga,” beber kapolsek. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru