Di Pasuruan, Petani Masangan Bangil Gelar Upacara Kemerdekaan di Tengah Sawah

klikjatim.com
Para petani Desa Masangan saat menggelar upacara HUT Kemerdekaan RI ke 75 di sawah. (Didik Nurhadi/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan - Berbagai macam cara dilakukan warga Negara Republik Indonesia untuk merayakan kemerdekaan. Salah satunya dengan menggelar upacara bendera dan perlombaan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 75 tahun.

Di Kabupaten Pasuruan misalnya. Ratusan petani asal Desa Masangan, Kecamatan Bangil telah memperingati hari kemerdekaan dengan menggelar upacara 17 Agustus di area persawahan.

Baca juga: Pencarian Korban Tenggelam di Perairan Pulau Mandangin Sampang Masih Nihil

[irp]

Mereka tampak begitu antusias dengan berduyun-duyun ke tempat upacara. Uniknya lagi, petugas maupun peserta upacara tidak mengenakan pakaian resmi layaknya pejabat. Tapi mereka lebih memilih pakaian keseharian yang biasa digunakan ke sawah.

Pantauan di lapangan juga tampak Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan menghadiri agenda yang digelar Moslem Property tersebut. "Upacara ini digelar untuk menunjukkan jiwa kebangsaan para petani," ujar politisi yang akrab disapa mas Dion itu, Senin (17/8/2020).

Baca juga: Hadiri Pembukaan Piala Gubernur Jatim Open Woodball 2026, Arumi Bachsin Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi Dunia

Dia berharap, semangat para petani dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI ini bisa dijadikan contoh bagi warga lainnya. Selain itu, bisa rutin terlaksana khususnya tahun depan.

[irp]

Warga pun diimbau, agar selalu menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19. "Kita rayakan kemerdekaan. Corona dang o minggat teko bumi Pasuruan (Corona segeralah pergi dari bumi Pasuruan, red)," ucapnya.

Baca juga: Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Gubernur Khofifah: Organda Punya Peran Strategis di Balik Angka Ini

Bos Property, Mohammad Moslem menambahkan, upacara ini digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan (Allah) serta mengenang jasa para pahlawan. "Karana mayoritas di desa sini petani, maka kami punya inisiatif upacara digelar di tengah sawah," tegasnya terkait alasan pelaksanaan upacara di area persawahan.

Di sisi lain, upacara ini digelar juga untuk mengingatkan para stakeholder di Pasuruan agar lebih memperhatikan nasib petani. Sebab masih ada saja riak-riak yang menghalangi mereka untuk bisa lebih sejahtera. (nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru