KLIKJATIM.Com | Gresik - Petrokimia Gresik terus berupaya membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan agar bisa bertahan di tengah pandemi dengan tetep berproduksi. Salahsatunya dengan bantuan pemodalan dan pelatihan. Hingga Semester I tahun 2020, Petrokimia Gresik telah menyalurkan Rp9,79 miliar untuk membantu UMKM di berbagai daerah.
[irp]
Baca juga: Program Pengelolaan Sampah Petrokimia Gresik Diganjar Gold TJSL Award 2026
Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi menjelaskan, dana tersebut disalurkan sebagai pinjaman modal kerja bagi 480 pelaku UMKM yang tergabung dalam 89 mitra binaan baik perorangan/kelompok, di berbagai sektor.
Anggaran kemitraan yang dikeluarkan Petrokimia Gresik terbilang tinggi tiap tahunnya. Tahun 2018, Petrokimia Gresik telah menyalurkan Rp43,7 miliar untuk 2.296 pelaku usaha, kemudian di tahun 2019 sebesar Rp45,98 miliar untuk 2.117 pelaku UMKM.
"Sedangkan jika diakumulasikan sejak tahun 2016 hingga sekarang sudah ada 11.325 pelaku usaha atau UMKM yang kami bantu dengan total anggaran lebih dari Rp188 miliar," ungkap Rahmad.
Ditambahkan, jika bantuan ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, keberadaan Petrokimia Gresik sebagai BUMN diharapkan mampu memajukan perekonomian masyarakat, salah satunya melalui program untuk UMKM ini.
Baca juga: Sambut Ramadan 1447 H, Petrokimia Gresik Salurkan Rp723,5 Juta untuk 146 Masjid dan Lembaga Sosial
"Semoga bantuan ini dapat mendukung kemajuan UMKM di Indonesia khususnya di masa wabah Covid-19. Karena UMKM merupakan salah satu penggerak kemajuan perekonomian di tanah air," kata Rahmad.
[irp]
Sementara itu, Nur Kholis, salahsatu pelaku usaha UMKM mengaku, mendapatkan pendampingan dan pelatihan untuk pemasaran secara online. Media ini menurutnya cukup signifikan dalam membantu mendongkrak penjualan batiknya.
Baca juga: Petrokimia Jadi Licensor Proyek Pabrik NPK Pupuk Iskandar Muda Aceh
Terlebih, saat ini smartphone sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat yang juga dapat digunakan untuk berbelanja secara online. Sayangnya, belum banyak pelaku UMKM yang memiliki skill dalam pemasaran produk secara online.
Untuk itu, Nur Kholis mengaku materi dari pelatihan pemasaran online yang diberikan Petrokimia Gresik ini sangat berguna dan membantunya dalam membangun website jual beli batik. "Produk yang kami jual boleh tradisional, tapi pemasaran kami sudah modern," ungkapnya. (hen)
Editor : Redaksi