KLIKJATIM.Com | Pasuruan - Aksi demonstrasi puluhan mahasiswa di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangil, Kabupaten Pasuruan Selasa (11/8/2020) siang ricuh. Bahkan ada salah pendemo mengaku dijotos oknum berpakaian preman.
Baca juga: Kejari Pasuruan Terima Uang Pengembalian Uang Korupsi PKBM Rp 600 Juta
Pantauan di lapangan, demonstrasi terkait pengusutan kasus masker ini sempat memanas beberapa kali. Pertama, pengunjuk rasa dari mahasiswa terlihat saling dorong dengan aparat keamanan di depan pintu gerbang kantor Kejaksaan. Pasalnya, massa tak puas dengan jawaban Kajari.
Tidak cukup hanya itu. Pendemo juga melakukan aksi penutupan akses jalan Surabaya-Pasuruan. Sontak petugas keamanan langsung menghalaunya. Adu mulut pun terjadi.
Suasana pecah begitu ada saat salah seorang pendemo mengaku dibogem oknum berpakaian preman. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. "Jelas kami tidak terima ada oknum (diduga) polisi memukul. Ini jelas melanggar pidana," kata Korlap Aksi, Zulkarnain.
Pihaknya mengaku sangat menyayangkan insiden ini. Zulkarnain meminta Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan untuk mengusut insiden pemukulan mahasiswa yang diduga dilakukan oknum anggota tersebut.
[irp]
Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat
"Kita minta Kapolres mengusut kasus pemukulan ini sampai tuntas," tukasnya.
Baca juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Kini Miliki 17 TUK Astra Honda Berstandar Industri
Dijelaskan, unjuk rasa ini digelar karena pihaknya merasa kecewa dengan jawaban Kejari Kabupaten Pasuruan, yang tidak melanjutkan proses hukum skandal masker. Menurutnya, perbuatan melawan hukum dan dugaaan penyalahgunaan wewenang oleh anggota dewan kasat mata sudah terjadi. Bahkan Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Pasuruan telah memberikan teguran pada anggota dewan tersebut. (bro)
Editor : Redaksi