Usai Bentrok PSHT dengan Warga Situbondo, Polisi Siaga Dirikan Tenda Pasukan

klikjatim.com
Foto: Istimewa

KLIKJATIM.Com | Situbondo--Dua desa di Situbondo yang menjadi lokasi pengerusakan oknum anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate dijaga ketat polisi. Polres Situbondo menyiagakan anggotanya dengan mendirikan tenda pasukan.

Kapolres Situbondo AKBP Sugandi mengatakan, tenda pasukan ini akan disiagakan untuk beberapa hari ke depan. Tenda pasukan didirikan di sekitar lokasi dua desa di tepi Jalan Raya Pelabuhan Kalbut, Situbondo.

Baca juga: Sekda Sumenep Singgung Skandal BSPS 2024, Minta Program Tahun Ini Bersih dari Praktik Potongan dan Mark Up

[irp]

"Kami akan menempatkan pasukan di lokasi ini untuk melakukan pengamanan. Kami sudah mendirikan tenda terpadu. Ini untuk mengantisipasi kejadian serupa agar tidak terulang," katanya, kepada wartawan Senin (10/8/2020).

Selain melakukan pengamanan, polisi juga terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap para pelaku perusakan. Polisi juga mendalami kasus perusakan membabi buta tersebut dan memburu pelaku.

"Penyelidikan masih kami lakukan. Kami juga akan segera mengejar dan menangkap pelakunya," tegas perwira polisi kelahiran Jakarta itu.

Tawuran antara puluhan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Situbondo dengan warga Desa Kayuputih, Kecamatan Panji, Situbondo pecah. Akibatnya lima warga mengalami luka, tiga diantarnya dilarikan ke rumah sakit karena luka di bagian wajah dan kepala. Korban di pukul dan terkena lemparan batu. Bentrok juga terjadi Desa Trebungan, Kecamatan Mangaran.

Baca juga: Harga Sparepart Motor di Jember Naik 30 Persen, Pelemahan Rupiah Jadi Pemicu

[irp]

Informasi yang diterima, peristiwa dipicu aksi dari seorang oknum anggota PSHT mengambil bendera yang dipasang didepan rumah warga Zainal Arifin. Saat itu, ada puluhan anggota PSHT yang berkonvoi usai menjalani kenaikan tingkat.

Baca juga: Kabar Baik dari Blora! PT SGN Ambil Alih Penyerapan Tebu Rakyat di Tengah Mandeknya Operasional PG GMM

Selain itu, kaca-kaca rumah dilempari batu dan dipukul menggunakan kayu hingga pecah berantakan. Sebuah kios bensin di tepi jalan juga ikut dirusak dan dibakar. Tak hanya itu, empat unit mobil dan tempat usaha warga yang ada di tepi jalan Pelabuhan Kalbut juga ikut jadi sasaran perusakan. Aksi perusakan parah itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dini hari tadi. (hen)

Editor : Abdus Syukur

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru