Upaya Pengambilan Paksa Jenazah Terduga Covid Terjadi Lagi

klikjatim.com
Jenazah saat dimasukkan ke dalam mobil. (Anton Nugraha/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo - Percobaan pengambilan secara paksa jenazah yang diduga meninggal karena terpapar korona atau Covid-19 terjadi lagi. Peristiwa ini berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Shabara Porong, pada Kamis (6/8/2020) sore. Tapi setelah pihak keluarga diberikan pemahaman oleh aparat kepolisian, upaya tersebut akhirnya bisa dicegah.

Ketika itu pasien dengan inisial J, warga Kebonagung, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo meninggal pada hari Kamis (6/8/2020) sekitaR jam 15.00 WIB. Sesuai hasil rapid test terhadap pasien J menunjukkan reaktif dan terindikasi korona, maka pihak rumah sakit menerapkan protokol pemulasaran covid.

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

[irp]

Namun keluarga menolak. Ada sekitar 10 orang dari keluarga J yang mendekati ruang jenazah dan berusaha mengambil paksa. Bahkan istri pasien juga beberapa kali terlihat pingsan.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji yang berada di lokasi mengatakan, bahwa pasien masuk ke rumah sakit milik Polri ini pada Kamis (6/8/2020) pagi dan sore harinya meninggal dunia. Sesuai informasi dari rumah sakit, pasien tersebut terindikasi meninggal karena covid.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

[irp]

“Pada jam 4 sore kita mendapat permintaan personel untuk penjagaan di rumah sakit pusdik sebagai antisipasi pengambilan paksa jenazah. Namun alhamdulilah setelah dilakukan pemahaman kepada keluarga tentang besarnya risiko apabila jenazah dimakamkan sendiri, pihak keluarga akhirnya mengerti,” jelas Sumardji.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Selain itu, pihak keluarga juga diizinkan melihat kondisi jenazah. Termasuk mulai dari proses pemandian hingga ke tempat pemakaman dengan tetap menggunakan alat pelindung diri (APD).

“Jenazah dimakamkan saat ini juga dengan protokol covid-19. Petugas kami mengawal mulai rumah sakit hingga tempat pemulasaran,” terangnya. (nul)

Editor : Satria Nugraha

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru