KLIKJATIM.com | Surabaya - Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Emil Elestianto Dardak menyambut baik pengembangan kerjasama antara Jatim dengan pengusaha Malaysia. Utamanya di bidang perdagangan.
Hal itu disampaikan saat menerima kedatangan rombongan pengusaha asal Tawau, Sabah, Malaysia di Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan nomor 110 Surabaya, Rabu (24/7/2019).
Baca juga: Pemprov Jatim Percepat Pemetaan Sumber Air untuk Antisipasi Kekeringan Lahan Pertanian
"Pemprov Jatim sedang berupaya meningkatkan angka ekspor. Silahkan mengakses pasar Jawa Timur untuk Tawau. Jadi kita sama-sama mendorong middle trade,” kata Emil.
[irp]
Lebih lanjut dijelaskannya, produk asli Jatim yang berpotensi untuk diekspor ke Tawau cukup banyak. Antara lain potensi hasil laut, makanan dan minuman, serta kerajinan tangan (handycraft).
“Jadi kalau melihat potensi sebagai produsen maupun market, Jawa Timur sangat potensial,” menurutnya.
Di depan para pengusaha asal negeri Jiran ini, Emil meminta agar tidak ada keraguan untuk menyampaikan keluhan dan hambatan yang terjadi. Silahkan disampaikan ke Pemerintah Jawa Timur.
Baca juga: Mulai Hari Ini Sampai 17 Agustus, Naik TransJatim Cuma Bayar Rp 81
[irp]
“Kalau ada hambatan-hambatan tolong bisa dikoordinir dengan Ibu Tina, selaku perwakilan konsulat RI untuk selanjutnya bisa disampaikan ke kami,” lanjutnya.
Jatim harus bisa menjadi gerbang ekspor lokal. Selain itu, juga bisa mencakup wilayah sekitar seperti Bali dan Jawa Tengah.
Maka, perlu adanya pembahasan lebih lanjut terkait produk unggulan antara Jatim dan Tawau. “Mari kita menyetujui komoditi-komoditi yang diminati dari Jatim maupun dari Tawau,” pungkasnya.
Baca juga: Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Tertinggi Dwija Praja Nugraha
[irp]
Sementara itu, Konsulat Jenderal RI untuk Tawau Malaysia, Septania Rubi Preswari mengatakan, saat ini sebagian besar kargo yang masuk ke Tawau masih dalam bentuk kubikasi atau pallet. Belum dimungkinkan untuk akses container besar.
Pihaknya bersama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Tawau, sedang berkoordinasi untuk membuka jalan baru. Sehingga dapat mempermudah akses antar wilayah. (nk/hen)
Editor : Redaksi