KLIKJATIM.Com | Surabaya - Penjual atribut kemerdekaan RI (Republik Indonesia) berjajar di lapak para pedagang di sepanjang Jalan. Warna merah-putih tampak menghiasi sepanjang jalan Darmo Kali, Wonokromo, Surabaya.
Ya, orang-orang sekitar menyebut tempat itu sebagai 'Kampung Bendera'. Senin (3/8/2020) kemarin, klikjatim.com datang ke lokasi dan berbincang dengan salah satu penjual, Sumairah.
Baca juga: Indomobil Expo Perkuat Pangsa Kendaraan Listrik di Jatim
Sembari duduk santai, perempuan berusia 48 tahun ini mengaku mulai jualan sudah sepekan. Namun keberuntungan belum sesuai yang diharapkan. Masih sepi pembeli.
Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sangatlah berbeda. Jika dirata-rata per harinya hanya dua sampai tiga pembeli.
[irp]
"Enak dulu dari pada sekarang. Sekarang kita jualan belum sampai balek bondo (balik modal)," tuturnya.
Wanita kelahiran Sampang Madura ini sudah menekuni jualan umbul-umbul setiap tahun. Hanya saja, keuntungan tahun ini tak seberapa.
Baca juga: Tangguh di Tengah Dinamika Global, Arus Peti Kemas TPS April 2026 Tumbuh 4,31%
Katanya, tahun lalu dirinya masih bisa meraup keuntungan Rp 20 ribu per umbul-umbul. Sedangkan sekarang terpaksa diobral murah dengan harga Rp 15 ribu karena sepinya pelanggan.
"Harga kulakan per satunya Rp 10," imbuhnya.
[irp]
Perbedaan perbandingan kondisi penjualan dengan tahun lalu antara 70 sampai 80 persen. Sekarang merosot jauh.
"Mungkin karena corona ini, sepi jualan kami. Tahun lalu banyak diborong sama orang soalnya," ungkapnya dengan nada suara yang lesu.
Untuk atribut hari kemerdekaan yang dijualnya antara lain bendera, umbul-umbul, background, kipas (kain berbentuk kipas), tiang, rumbai, lampion, serta bendera plastik. (nul)
Editor : Redaksi