KLIKJATIM.Com | Madiun - Wali Kota Madiun Maidi melarang pendekar atau pesilat dari luar merayakan malam satu suro atau satu Muharram di Kota Madiun.
[irp]
Baca juga: Tingkatkan Layanan Bisnis dan Optimalisasi Aset, KAI Daop 7 Sepakati Kerja Sama dengan Bank Jatim
Larangan itu dibuat agar tak terjadi kerumunan yang berpotensi menularkan Covid-19 di Kota Madiun.
“Tidak boleh masuk dahulu ke Kota Madiun. Nanti kalau sudah normal saja silakan. Kalau masuk ke Kota Madiun sampai ribuan dan ada klaster baru di situ malah justru pendekar-pendekar menjadi kambing hitam masalah,” ujarnya usai memimpin rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Bersama Perguruan Pencak Silat Se Kota Madiun menyambut datangnya 1 Muharram 1442 H, Selasa (28/7/2020).
[irp]
Setiap tahun, menjelang malam satu Muharram, Kota Madiun dipadati ribuan pendekar dari seluruh Indonesia. Mereka mengikuti acara yang digelar masing-masing perguruan pencak silat.Para pendekar datang ke Kota Pecel untuk ziarah para leluhur pendiri perguruan pencak silat yang banyak dimakamkan di Madiun.
Baca juga: PT SGN Serahkan Bantuan Mobil Ambulans untuk Puskesmas Mider Lampung Utara Lewat Program TJSL
Setelah itu, mereka mengikuti rangkaian pengesahan anggota baru dan kenaikan tingkat di pusat perguruan pencak silat.
“Insya Allah semuanya akan mentaati protol kesehatan. Kami tegaskan yang luar kota jangan masuk dahulu. Biar kami saling menjaga. Jangan sampai luar kota datang kesini malah ada klaster baru,” imbuhnya.
Maidi menegaskan, pendekar dari luar kota yang nekat masuk ke Madiun akan diisolasi dan menjalani rapid test Covid-19.Kalau ada yang nekat ngeyel masuk akan dicegat dan dilakukan rapid test dan langsung diisolasi,” jelasnya.
Baca juga: Pemprov Jatim Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran, Dapat Insentif Rp3 Miliar
Maidi menurunkan 2.300 pendekar waras yang beranggotakan TNI, Polri, Sapol PP, dan relawan, untuk memastikan tak ada pendekar dari luar kota yang masuk.
Maidi mengizinkan perguruan pencak silat mengadakan pengesahan anggota baru dan kenaikan tingkat di dalam kota. (bro)
Editor : Redaksi