Petrokimia Gresik Ekspor 9 Ton Kapur Pertanian ke Brunei

klikjatim.com
Proses Angkut Kaptan Kebomas Melalui Distributor

KLIKJATIM.Com | Gresik - Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, kembalimencatat rekor ekspor baru. Untuk pertama kali Petrokimia Gresik menjual 9 ton Kapur Pertanian(Kaptan) Kebomas ke Brunai Darussalam. Ekspor dilakukan melalaui CV Ahimsa Bangkit Utama (ABU), salah distributor produk komersial Petrokimia Gresik.

[irp]

Baca juga: Produksi Gula Nasional 2026 Diproyeksikan Tembus 3,04 Juta Ton, Berpotensi Surplus untuk Konsumsi

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi menjelaskan , ekspor KaptanKebomas ini dilakukan untuk memenuhi program intensifikasi budidaya tanaman padi di Brunai Darussalam dengan potensi lahan seluas 200 hektare. Brunei saat ini menggenjot sektor pertanian. Sebab, pandemi Covid-19 merupakan wabah global memaksa sejumlah negara memperkuat ketahanan pangan masing-masing. Ini sejalan dengan pembatasan ekspor pangan oleh negara-negara produsen pangan di dunia. Untuk itu, program intensifikasi pertanian menjadi strategi paling memungkinkan yang saat ini ditempuh oleh sejumlah negara. Mereka menggenjot produktivitas tanaman pangan di tengahpandemi, " ujar Rahmad.

Dikatakan, Brunai Darussalam adalah negara di pantai utara pulau Kalimantan yang sebagian wilayahnya memiliki tanah gambut. Kaptan Kebomas, jelas Rahmad, digunakan untuk menetralkan pH tanah gambut tersebut. Sebab, tanah gambut memiliki sifat masam (pHrendah). Tanah yang masam akan menyebabkan berkurangnya ketersediaan unsur hara didalam tanah. Sehingga produktivitas pertanian akan terganggu.Di Indonesia, pemerintah menjalankan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani(Serasi) di Kalimantan.

Baca juga: Pemkab Gresik Dorong Generasi Muda Berkualitas Lewat Grand Final Duta Genre 2026

[irp]

"Petrokimia Gresik turut mensukseskan program tersebut dengan pengaplikasian Kaptan Kebomas serta pemupukan berimbang pada lahan demontration plot (demplot) seperti di Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu. Pengaplikasian Kaptan Kebomas dan pemupukan berimbang rekomendasi Petrokimia Gresikmampu meningkatkan produktivitas di lahan-lahan gambut tersebut dibandingkan polakebiasaan petani," kata Rahmad.

Baca juga: Perempuan Terlantar di Kedamean Dievakuasi Polisi, Diantar Hingga Naik Bus ke Tuban

Dalam budidaya pertanian pupuk memang menjadi sarana produksi yang wajib diaplikasikanuntuk membantu meningkatkan produktivitas pertanian. Namun untuk hasil panen yangoptimal juga dibutuhkan sarana pembenah tanah sehingga penyerapan pupuk oleh tanaman bisa maksimal, seperti Kaptan.

Rahmad menjelaskan, Kaptan Kebomas merupakan salah satu produk komersial andalanPetrokimia Gresik. Memiliki kandungan kapur atau kalsium karbonat (CaCo3) yang cukuptinggi, yaitu 85 persen. Kaptan Kebomas tidak hanya menetralkan pH tanah pada lahanpertanian padi, tapi juga mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara, menetralisirsenyawa-senyawa beracun baik organik maupun non-anorganik, meningkatkan populasi dan aktivitas mikroorganisme tanah. Sehingga, Kaptan Kebomas merupakan salah satu upayaPetrokimia Gresik dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru