KLIKJATIM.Com | Blitar - Ketua Umum Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Jatim, Arumi Emil Dardak terus menggaungkan ajakan untuk rajin mengkonsumsi ikan bagi masyarakat Kabupaten Blitar. SebabPasalnya, pada 2019 lalu pencapaian angka konsumsi ikan di Kabupaten Blitar tergolong masih rendah yakni sebesar 22,12 kg/kapita/tahun. Sedangkan di Jatim sebesar 38,82 kg/kapita/tahun.
[irp]
Baca juga: Maling Bobol Rumah Pensiunan PNS di Blitar, Perhiasan Emas Digasak Pelaku
"Fakta itu menunjukkan bahwa kita masih perlu melakukan upaya-upaya peningkatan konsumsi ikan, melalui kegiatan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan atau Gemarikan," ujar Arumi.
Arumi mengaku, tahun lalu pihaknya bersama TP-PKK telah menggelar berbagai acara yang bertujuan untuk memperkaya olahan produk ikan. Sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan dan gemar mengkonsumsi ikan. “Karena ada pandemi ini, kampanye Gemarikan bisa dilakukan melalui live streaming seperti sekarang," kata Istri Wagub Jatim itu.
Lebih lanjut, salah satu olahan ikan yang sangat direkomendasikan adalah dengan cara dikukus, dijadikan sop, atau dipepes. Hal ini bertujuan untuk menjaga kandungan gizi dalam ikan tersebut. “Misalnya anak kita harusnya makan protein yang banyak, tapi ketika ikan itu sudah digoreng, apalagi dengan minyak yang bukan sekali pakai, nah ini kandungan gizinya hampir habis. Tentu kan sayang sekali,” terangnya.
Baca juga: Gubernur Khofifah Pimpin Penanaman, Penaburan Benih Serta Panen Bersama di Kediri
[irp]
Tidak hanya itu, Arumi juga mengajak masyarakat, khususnya kaum wanita melakukan budidaya ikan sekaligus tanaman, di pekarangan rumah masing-masing. Salah satu tekniknya yaitu dengan budikdamber (budidaya ikan dalam ember), yang merupakan teknik pengembangan dari aquaponik, di mana ikan dan tanaman bisa tumbuh dalam satu tempat.
Baca juga: Gubernur Khofifah Terima Penghargaan dari Badan Musyawarah Perguruan Swasta
“Semakin besar embernya semakin banyak bibit yang bisa dimasukkan, contohnya bibit ikan lele. Setiap harinya ikan lele-nya kan makan, kemudian membuang kotoran di dalam ember. Nah, kotorannya itu bisa digunakan sebagai pupuk untuk tanamannya. Budidaya ini relatif terjangkau dan membuat kita punya stok makanan bergizi selama 24 jam di rumah. Bahkan jika anda pintar merawatnya, makin banyak lele-nya, maka bisa anda jual ke pasar,” ujar istri Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak.
Dalam kesempatan ini, Arumi membagikan sebanyak 150 paket produk perikanan kepada masyarakat Kab. Blitar, adapun paket itu berisi 1 paket produk olahan hasil perikanan, 1 paket produk kaleng (sarden dan tuna) masing-masing 2 kaleng, 1 paket ikan segar sebanyak 2kg ikan, dan 3 buah masker kain. (mkr)
Editor : Redaksi