Ratusan Warganya Terdaftar Debitur Tanpa Akad, Belasan Kades Geruduk FIF

klikjatim.com
Para kepala desa di depan Kantor FIF Gresik. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Sebanyak belasan kepala desa di Gresik mendatangi kantor Federal Internasion Finance (FIF) Gresik. Mereka menuntut tanggung jawab FIF. Gara-garanya warga membeli motor secara tunai atau cash namun terdaftar sebagai debitur.

[irp]

Baca juga: Jawa Timur Siap Jadi Lumbung Talenta Digital Nasional, Gubernur Khofifah Bekali 2.600 Tenaga Pendidik

Sontak, mereka kaget dengan perubahan tersebut karena BPKB motor yang mereka beli dengan cash tidak kunjung keluar.

[irp]

Para pembeli motor ini akhirnya melapor ke kepala desa. Sehingga para kepala desa itu sepakat berkumpul dan mendatangi kantor FIF di jalan R.A Kartini, Kecamatan Kebomas, Selasa (14/7/2020).

Para kepala desa ini menanyakan nasib para warganya yang tiba-tiba menjadi debitur. Pihaknya menanyakan solusi kepada FIF namun jawabannya tidak kunjung ada kepastian.

"Kedatangan kita untuk menanyakan manajemen FIF agar ada solusi yang terbaik tapi jawabannya tidak menyenangkan kita," ungkap Ketua Aosisasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Gresik, Nurul Yatim.

Pihaknya menuntut dua hal, pertama mengembalikan BPKB warga. Kedua, harus pemutihan BI checking warga karena tidak pernah merasa pinjam.

"Karena pada posisi sekarang ini banyak warga yang tidak merasa pinjam tidak bisa mengakses di perbankan karena persoalan di FIF ini," terangnya.

Total mencapai 200 korban yang diperjuangkan. Ternyata jumlah kredit fiktif FIF ini lebih dari itu dan berpotensi bertambah.

"Saya tidak tahu katanya ada tambahan tapi belum masuk ke kita," ucapanya.

Dikatakannya, dalam rapat tertutup bersama pihak FIF, memang benar di dalam ada kesalahan SOP pengabsahan orang mendapat kredit.

Baca juga: Antisipasi Siaga Merah, Pemkab Lamongan Aktifkan 15 Pompa Air di Pintu Kuro

"Ada beberapa oknum bermain disitu. Kami menekankan tanggungjawab manajemen FIF karena bagaimana warga tidak ada kontrak muncul sebagai debitur di FIF. SOP terkait proses memperoleh kredit kan tidak dilalui, warga tidak pernah dikunjungi tidak pernah ada kontrak, tidak pernah ada apa-apa. Tidak pernah ada perjanjian akad. Masih dicari oknum FIF tersebut. Intinya manajemen FIF tidak boleh angkat tangan," kata dia.

Yatim tidak segan-segan akan melaporkan FIF ini kepada Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto dan melakukan hearing DPRD Kabupaten Gresik.

"Bagaimana pun ini harus ditindaklanjuti karena menyangkut warga masyarakat Gresik, banyak jumlahnya harus dipikirkan bareng-bareng. Jangan sampai tidak merasa pinjam dikorbankan menjadi BI checking," terangnya.[irp]Sementara itu, salah satu korban bernama Misbakhul Aziz mengaku tidak pernah kredit. Bahkan sepeda motor Honda Scoopy yang dibelinya di sebuah showroom di Sidayu dibeli cash. Uang Rp 20 juta langsung diserahkan.

"Saya merasakan rugi, beli cash dimasukkan kredit. Bukti pelunasan ada semua ada. Beli motor scoopy Rp 20 juta beli di showroom Sidayu. Melalui showroom tanpa melalui sales. Pihak showroom mau tanggungjawab mau mengurus ini sudah satu tahun. Tidak tahu kapan BPKB keluar," kata dia dengan nada pasrah.

Sementara itu pihak FIF tidak bisa dimintai keterangan. Saat didatangi awak media, pihak petugas keamanan bernama Agus Cahyono mengaku pihak FIF masih rapat. "Tidak bisa ditemui, sedang rapat membahas masalah ini," tuturnya. (bro

Baca juga: Tanah Bergerak Hantam Pasean Pamekasan, 47 Jiwa Dievakuasi dan Belasan Bangunan Rusak Berat

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru