KLIKJATIM.Com | Surabaya - Lembaga Kajian Ekologi Lahan Basah (Ecoton) merilis hasil penelitian terhadap Kali Surabaya mengandung mikro plastik. Polutan tersebut diduga berasal dari pembuangan limbah pabrik plastik di wilayah Kabupaten Gresik. Pabrik tekstil itu manajemen pengelolaan sampahnya belum baik.
[irp]
Baca juga: Gubernur Khofifah Resmikan FishTech dan Panen Melon IoT di Masjid Al Akbar
Peneliti Mikroplastik Ecoton, Eka Chlara Budiarti mengungkapkan, Kali Surabaya telah terkontaminasi mikroplastik berdasarkan hasil penelitian Ecoton dengan ITS dan Universitas Airlangga (Unair) sejak 2019. Kali Surabaya terbentang mulai dari pintu air Mlirip Mojokerto hingga Jagir, Surabaya. Aliran sungai itu melewati empat kabupaten/kota antara lain Mojokerto, Gresik, Sidoarjo dan Surabaya.
Dari penelitian, Driyorejo menjadi kawasan paling terkontaminasi mikroplastik. Wilayah yang berada di Gresik itu mempunyai pabrik tekstil dan manajemen pengelolaan sampah yang belum baik. "Sehingga sampah masih dibuang ke sungai," kata Eka.
Tidak hanya Driyorejo, wilayah Joyoboyo juga terkontaminasi mikroplastik cukup tinggi. Kawasan itu merupakan wilayah paling hilir dari Kali Surabaya. Itu artinya selalu menerima sampah yang masuk dari wilayah hulu Kali Surabaya. Jenis mikroplastik yang paling banyak mengontaminasi Kali Surabaya, yakni fiber. Lebih tepatnya berasal dari limbah tekstil, cucian dan sampah popok sekali pakai. Sementara untuk mikroplastik terbanyak kedua dari bentuk fragmen seperti kresek, sedotan, dan botol plastik.
Baca juga: Pelindo Cabang Kalimas Pastikan Operasional Berjalan Normal Meski Ada Banjir Rob
Mikroplastik mengandung banyak bahan kimia berbahaya apabila memasuki tubuh manusia. Kandungan phthalate (Pelentur/pelembut) dan bisphenol A (Pengeras) misalnya dikenal sebagai senyawa pengganggu hormon. Zat itu berpotensi menganggu sistem hormonal dan imun manusia.
[irp]
Mikroplastik memiliki ikatan yang terbuka sehingga bisa mengikat senyawa/zat berbahaya dalam perairan. Beberapa di antaranya seperti logam berat, pestisida, detergen, dan senyawa penggaggu hormon. "Dan bahan kimia berbahaya dalam air di Kali Surabaya," ucapnya.
Baca juga: Pertamina Tambah Pasokan 922.680 Tabung LPG 3 Kg untuk Jawa Timur
Mikroplastik juga bisa menjadi media pembawa bakteri patogen ke tubuh manusia. Hal itu berarti dapat mengakibatkan infeksi di tubuh seseorang. Dengan adanya pencemaran mikroplastik di Kali Surabaya, Ecoton menuntut tanggung jawab produsen yang menghasilkan sampah. Terlebih bagi mereka yang menyumbang sampah plastik dan polusi mikroplastik di Kali Surabaya. Bungkusan yang dihasilkan produsen harus didaur ulang secara khusus mengingat pengelolaannya cukup sulit.
Ecoton mendorong pemerintah segera membuat regulasi pembatasan pemakaian plastik sekali pakai. Beberapa barang yang dimaksud seperti sedotan, sachet, kantung plastik, styrofoam, popok sekali pakai, dan botol plastik. Kemudian menyediakan tempat pembuangan khusus untuk jenis sampah residu seperti popok bayi dan pembalut wanita. (hen)
Editor : Abdul Aziz Qomar