KLIKJATIM.Com | Mojokerto - Rombongan pesepeda di Kota Mojokerto dilaporkan menganiaya seorang pelajar. Peristiwa yang terekam kamera CCTV dan sempat viral karena diunggah di media sosial itu karena pesepeda yang diduga sebabkan kemacetan, ditegur korban.
[irp]
Baca juga: Masyarakat Madiun Padati Honda Premium Matic Day, Jajaran Skutik Premium Jadi Primadona
Aksi kejam yang dilakukan rombongan pesepeda terjadi pada Senin, (06/07/2020) sore di Jalan Raya Mayjen Sungkono, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Dalam rekaman kamera CCTV berdurasi 2 menit 51 detik tersebut, tampak 3 orang dari rombongan pesepeda memukul dan menendang korban, Mohammad Firdaus (17).
Korban yang masih berstatus pelajar SMK Raden Patah Kota Mojokerto ini, dipukul hingga berulang kali. Bahkan ada yang sempat mencekik leher korban.
“Iya saya dicekik dan dipukuli. Pelakunya ada tiga orang atau bahkan lebih,” kata Mohammad Firdaus kepada klikjatim.com usai melapor ke Polsek Magersari di Jalan Raya Bypass Kota Mojokerto.
Rekaman CCTV menggambarkan, meski dilerai banyak orang, namun pesepeda tersebut terus mengejar hingga membuang helm milik korban ke sungai. Aksi brutal pesepeda ini, sempat viral di media sosial usai diunggah oleh salah satu kerabat korban.
[irp]
Menurut Firdaus, peristiwa ini terjadi karena dia menegur rombongan pesepeda yang melaju secara bergerombol. Korban sengaja menegur, karena rombongan pesepeda memenuhi jalan dan menimbulkan kemacetan. “Waktu itu saya suruh minggir. ‘Minggir sedikit bos, jalan macet’,” ujar Firdaus sembari mengingat tegurannya saat itu.
Tak terima atas teguran tersebut, para peseda itu lalu mengejar dan mengahmpiri korban yang berhenti di depan sekolahnya. “Nah saat saya berdiri di depan sekolah ini, dihampiri para pesepeda itu. Saya langsung dipukuli dan leher dicekik,” pungkasnya.
Baca juga: Alun-Alun Pacitan Bergemuruh, Konsumen Setia Honda Boyong Hadiah Motor dalam Pengundian UKH
Sementara itu pihak kepolisian sendiri telah menerima laporan tersebut. Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan mengidentifikasi rekaman CCTV tersebut, nantinya akan diketahui identitas pelaku. “Masik proses pemeriksaan saksi dan penyelidikan. Kami akan berusaha maksimal,” ujar Kapolsek Magersari, Kompol Sulkan. (bro)
Editor : Redaksi