KLIKJATIM.Com | Pasuruan - Investasi di Kabupaten Pasuruan pada Semester I/2020 tercatat Rp 2,08 triliun dan mengalami penurunan dibanding tahun lalu sebesar Rp 7,9 triliun. Penurunan ini terjadi karena pandemi Covid-19 membuat kegiatan investasi di Kabupaten Pasuruan tidak sesuai ekspektasi.
[irp]
Baca juga: Luncurkan Logo Muswil VI, KAHMI Jatim Bersiap Cetak Nakhoda Baru Berbasis Pengabdian Akar Rumput
Kepala Dinas Pelayanan Perizinan Terpadu (DP2T) Edy Suprianto mengatakan, situasi global yang tak menentus imbas pandemi Covid-19 diduga menjadi penyebabnya. “Situasi global belum menentu. Jadi, investor-investor juga sebagaian memilih untuk menahan rencana investasinya,” kata Edy Suprianto.
Dijelaskan, industri kertas dan percetakan, serta makanan dan minuman (mamin) merupakan sektor yang paling mendominasi investasi pada semester pertama tahun ini. Kedua sektor tersebut memberi kontribusi sebesar Rp 654 3 miliar. Rinciannya, sektor kertas dan percetakan sebesar Rp 450 miliar. Dan, mamin sebesar Rp 204, 3 miliar.
Baca juga: Ratusan Pelajar Pasuruan dan Sekitarnya Ikuti Seminar Inspiratif AHM Best Student 2026
Sementara untuk Penanamam Modal Asing (PMA) pada Semester I/2020 tercatat sebesar 51, 1 juta dolar AS. Angka tersebut berasal dari 198 kegiatan proyek. Capaian tersebut lebih kecil dibanding periode yang sama tahun lalu. “Tahun lalu kita tembus sampai 128, 5 juta dolar AS” ujar Edy.
[irp]
Baca juga: Pengedar Sabu Dicokok Polres Pasuruan saat Sembunyikan BB di Gorden Rumah
Berbeda dengan PMDN yang didominasi kertas dan mamin, investasi oleh asing lebih banyak di sektor obat dan farmasi. Mencapai 29, 9 juta dolar AS. Grafik investasi di Kabupaten Pasuruan sendiri bisa dibilang cukup dinamis. Misalnya, pada 2016, investasi PMDN mencapai Rp 2, 2 trilun; 2017 sebesar Rp 13, 5 triliun, serta Rp 3 dan Rp 7, 9 triliun pada 2018 dan 2019.
Sementara untuk kategori PMA pada 2016 tercatat sebesar 393 juta USD, lalu turun menjadi 285,7 juta USD di 2017; dan kembali turun pada 2018 dan 2019. Masing-masing sebesar 147 juta USD dan 128 juta USD. (hen)
Editor : Redaksi