Cerita Warga Bawean Keluarkan Biaya Hingga Rp 10 Juta Tapi Gagal Berlayar

klikjatim.com
Nor, seorang penumpang asal Bawean saat menunggu jadwal pemberangkatan kapal di Pelabuhan Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik--Warga asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, harus rela menghabiskan uang hingga Rp 10 juta rupiah. Sementara, Kapal Natuna Expres yang akan ditumpanginya ternyata malah rusak tak bisa berlayar.

Penumpang asal Pulau Bawean itu bernama Nor, warga Desa Pudakit Timur, Kecamatan Sangkapura, Gresik. Perempuan 28 tahun itu tampak lesu duduk di ruang tunggu penumpang kapal di Pelabuhan Gresik, Selasa (30/6/2020). Uang Rp 10 juta telah keluar dari dompetnya selama perjalanan pulang dari Bandung, tempat dia bekerja.

Baca juga: Buka LKMM-TM Universitas Muhammadiyah, Pak Yes Beberkan Posisi Lamongan di Era Polycrisis

"Kesal banget, sia-sia dari Bandung. Ini juga sama sekeluarga. Kalau balik lagi tekor saya," katanya saat ditemui di Pelabuhan Gresik.

[irp]

Nor bekerja di Bandung. Tiga tahun sekali dia baru pulang kampung, ke Bawean. Ibu dua anak ini, rencananya pulang ke Bawean seminggu. Jadwal berlayar dengan Kapal Natuna Expres telah dipesan.

Sesuai jadwal, dia berlayar Senin (29/6/2020) kemarin. Namun, belum sempat berlayar ternyata mesin kapal rusak. Akhirnya, pihak manajemen kapal menjadwalkan ulang pemberangkatan, Selasa (30/6/2020).

Nor sempat bahagia Kapal Natuna Expres sempat berlayar. Namun, rasa bahagia itu seketika berubah panik. Kapal cepat yang ditumpanginya mendadak mengumumkan mesinnya rusak saat posisi telah berlayar di tengah laut. Terpaksa, Nor kembali gagal berjumpa keluarga besarnya di Bawean.

"Kapal jelek begitu masih saja dibuat berlayar. Mending dibuang saja, dijual rongsokan," katanya sambil memendam rasa kesal kepada manajemen kapal.

[irp]

Selama perjalanan dari Bandung, tak sedikit biaya yang telah dikeluarkannya. Hampir seminggu dia menempuh perjalanan dari Bandung ditambah waktu menunggu jadwal keberangkatan kapal. Dia merinci, telah mengeluarkan biaya Rp 10 juta lebih.

"Itu semua rinciannya, sama biaya hidup empat hari. Belum rapid tes, biaya makan dan lainnya. Ini saja nungguin sudah habis lima gelas kopi, belum lagi nanti makan malam hari, bayar penginapan lagi jika harus besok adanya kapal, ini baru Rp 10 juta kalau bolak balik Rp 20 juta biasanya segitu," jelas Nor.

Baca juga: Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Semburkan Awan Panas Guguran Sejauh 4,5 Kilometer

Nor dan keluarganya begitu kecewa lantaran gagal berangkat. Sementara, dia harus segera kembali ke tempat kerja di Bandung. Jadwal liburnya hanya seminggu. Jika, memang tak ada jadwal kapal, dia terpaksa bakal kembali ke Bandung.

"Kerjaan ditinggalin, rugi waktu, disana ada kerjaan yang sudah disesuaikan dengan liburan ini. Ya nunggu keputusan jika besok tidak berangkat saya kembali lagi ke Bandung, kan waktu sudah mepet," jelas Nor.

[irp]

Nor berharap, ada perbaikan yang dilakukan operator kapal. Sebab, banyak penumpang yang menyesal dan mengeluh akibat tidak berangkatnya kapal ini.

Baca juga: Kasus Pembobolan Kredit BRI Sumenep Memanas, Mantan AO dan Pimpinan BRIGUNA Dilaporkan ke Polisi

"Ini juga mengorbankan nyawa orang juga, jangan mikirin keuntungan sendiri, ini bukan satu dua orang tapi ratusan orang. Barang bagus Blue Jeat dibuang, barang rongsokan ini dipertahankan, ini dari luar sudah tidak menyakinkan kok," pungkasnya Nor. (mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru