KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo Bambang Haryo Soekartono (BHS) menyiapkan sejumlah langkah sebagai program mengembangkan budidaya ikan air tawar. Langkah ini disambut sejumlah kelompok tani dan berharap hasil budidaya ikan meningkat.
[irp]
Baca juga: Buronan Kasus Jambret yang Renggut Nyawa Seorang Wanita di Sidoarjo Dibekuk Polisi
Ketua Kelompok Tani Ikan Jaya Makmur, M Syafi'i menyatakan sejumlah program yang digagas BHS, sesuai dengan aspirasi mereka yang mengeluhkan soal pasokan air, mahalnya harga pakan, hingga minimnya peralatan. "Dengan rencana adanya cold storage, akan bisa mengontrol produksi kita. Program pak BHS ini ya sesuai dengan aspirasi kita," cetus Syafi'i.
Menurutnya, kelompok taninya beranggotakan 40 orang pembudidaya. Setiap pembudidaya mengelola empat hingga lima petak (kolam) ikan air tawar. Sehingga total lahan yang dikelola, berjumlah sekitar 200 petak. Selain budidaya ikan Lele dan Patin, pembudidaya ini merawat ikan Nila dan Gurami. "Mayoritas budidaya Lele dan Patin. Karena masa panennya cepat. Jualnya juga cepat," ungkap Syafi'i.
Sebelumnya saat meninjau kegiatan budidaya ikan air tawar, Bacabup Sidoarjo dari Partai Gerindra ini menawarkan program normalisasi sejumlah sungai di Sidoarjo yang saat ini sejumlah sungai mengalami kedangkalan. "Bila saya diamanahi sebagai bupati, akan kita benahi sungai-sungai," kata BHS saat bertemu sejumlah pembudidaya ikan air tawar, di Desa Dukuh Tengah Kecamatan Buduran, Senin (29/6/2020).
Baca juga: Dongkrak Daya Saing, Kemnaker Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Gratis Bagi Alumni MagangHub
BHS juga bakal mencari akar masalah terkait mahalnya harga pakan ikan yang dikeluhkan para pembudidaya tersebut. Apakah mahalnya harga pakan ikan akibat nilai dollar yang meningkat, atau faktor lainnya. "Saya akan bertemu dengan pengusaha pakan ikan. Nanti kita akan cek. Kalau bahan baku pakan ikan dari dalam negeri, kok (harga) pakan ikan meningkat," cetusnya.
[irp]
Baca juga: Wujud Kepedulian Sesama, SMK Negeri 2 Krian Gelar Aksi Donor Darah
Pengembangan budidaya ikan air tawar, juga butuh peralatan pompa yang memadai. Saat bertemu dengan para pembudidaya di Desa Dukuh Tengah ini, BHS juga menerima keluhan soal pompa. Keluhan tersebut langsung direspons BHS dengan memberikan bantuan pompa."Sebelum jadi bupati, sudah saya siapkan pompa dari saya pribadi untuk pembudidaya di sini," tegas alumnus ITS Surabaya ini.
BHS juga menyiapkan langkah merespons keluhan soal pemasaran hasil panen ikan air tawar. Yakni anjloknya harga ikan air tawar yang dibeli murah oleh para tengkulak. BHS bakal berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan Dinas Perdagangan agar harga ikan air tawar tetap membawa untung bagi para pembudidaya. "Petani dapat keuntungan yang wajar, tengkulak juga dapat keuntungan yang wajar," tandasnya. (hen)
Editor : Satria Nugraha