Ratusan Pesilat Terlibat Bentrok di Madiun, Diduga Sebagian Datang dari Nganjuk

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com l Madiun - Sidang sengketa yayasan perguruan silat di Madiun menyisakan sedikit noda. Ratusan terlibat bentrok di Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun pada Kamis (18/6/2020) sore. Sejumlah rumah rusak akibat kerusuhan tersebut.

[irp]

Baca juga: Gelar Pasar Murah ke-93 di Nganjuk, Pemprov Jatim Dorong Pengendalian Inflasi dan Semarakkan Nasionalisme

Informasi yang dihimpun, kericuhan ini mengakibatkan beberapa rumah rusak di bagian genteng dan kaca jendela. Bahkan, ada beberapa orang yang terluka dalam kericuhan ini.

[irp]

Petugas dari kepolisian dan TNI yang mengamankan wilayah tersebut sempat kewalahan menghadapi kericuhan itu. Petugas berhasil mengendalikan kericuhan setelah mendorong massa ke arah timur.

Ratusan pesilat ini diduga datang ke Madiun untuk menyaksikan sidang sengketa Yayasan Setia Hati Terate yang digelar PN Kota Madiun, Kamis.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Atas peristiwa tersebut, Kapolres Madiun AKBP Eddwi Kurniyanto masih irit bicara. "Kami lakukan penyelidikan dulu. Banyak saksi yang akan diperiksa," tuturnya.

Aksi kericuhan pesilat ini pun terekam dalam video dan tersebar di sosial media dan aplikasi perpesanan WhatsApp. Dalam video tersebut terlihat ada oknum yang saling melempar batu.

Sekretaris Kecamatan Saradan, Joko Susilo mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap rumah maupun fasilitas umum yang rusak akibat bentrokan antar kelompok pesilat itu. Satu per satu bangunan rumah dan fasum yang rusak didata oleh petugas.

Baca juga: Aktivitas Meningkat, Bandara Notohadinegoro Jember dan Basarnas Teken PKS Tanggap Darurat Penerbangan

"Ada sekitar 14 rumah, satu tempat ibadah dan satu tugu perguruan silat yang rusak," imbuhnya.

Kasus ini kemudian ditangani Polres Madiun dan akan diselidiki lebih lanjut. (bro) 

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru