KLIKJATIM.COM I Lamongan - Kurangnya tenaga kesehatan di Kabupaten Lamongan untuk sementara akan mendapatkan solusinya. Menyusul ditandatanganinya MoU (memorandum of understanding) antara Pemerintah kabupaten (Pemkab) Lamongan dengan Universitas Nahdatul Ulama (Unusa) Surabaya. "Mulai tahun 2020, dokter muda Unusa akan melakukan praktek kerja lapangan khususnya di puskesmas-puskesmas ”, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan dr. Taufik Hidayat usai penandatanganan MoU, Selasa (09/07/2019).
[irp]Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor Unusa Dr Achmad Jaziedi dan Bupati Lamongan Fadeli di ruang Sasana Nayaka Pemkab Lamongan. Kedua belah pihak sama-sama mendapat keuntungan dari kerjasama ini. “Kerjasama ini akan memberikan manfaat dalam meningkatkanpelayanan terbaik kepada masyarakat,"kata Taufik .
[irp]Menurut Taufik, saat ini ada 33 puskesmas yang ada di Kabupaten Lamongan sudah berstatus terakreditasi dan telah menjada BLUD. Bahkan Bupati Fadeli tengah mendorong seluruh puskesmas untuk menjadi zona integritas.Selain itu pihaknya telah melakukan inovasi-inovasi di bidang kesehatan yang bersifat preventif. Tujuannya agar masyarakat terhindar dari penyakit seperti Asma dan pemanfaatan toga dan akrupressure. "Pelayanan lansia terintegrasi dan masih banyak yang lain”, jelas Taufik.
Palam kesempatan yang sama, Rektor Unusa Dr Achmad Jaziedi mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Pemkab Lamongan yang telah menerima kerjasama ini dengan baik. Diharapkan ada kerjasama lain yang dilakukan antara Unusa dengan Pemkab Lamongan setelah kerjasama di bidang kesehatan ini. “Untuk kedepannya, Kami ingin melanjutkan kerjasama dengan Pemkab Lamongan. ”, Ungkap Dr Achmad Jaziedi.
[irp]Sementara Fadeli juga menyambut baik kerjasama yang dilakukan. Diharapkan kerjasama tersebut membawa kebaikan baik untuk Unusa dan untuk Kabupaten Lamongan tentunya. “Semoga dokter-dokter muda yang melakukan praktek kerja lapangan di Lamongan dapat mengambil pengalaman-pengalaman kasus yang ada di puskesmas-puskesmas Lamongan. Dan untuk Kabupaten Lamongan semoga melalui kerjasama ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Lamongan yang melalui multiplier effectnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, Harap Fadeli.
[irp]Sekedar diketahui berdasarkan hasil penelitian Balitbang Pemprov Jatim, pada 2018 abupaten Lamongan masih mengalami kekurangan tenaga kesehatan sebanyak 263 orang. Pemerintah daerah lebih mengutamakan tenaga kesehatan yang berdomisili mendekati unit pelayanan kesehatan, sehingga tenaga kesehatan mempunyai poin plus dalam menjalankan pekerjaan sebagai tenaga kesehatan.(bis/rtn)
Keterangan Foto : Rektor Unusa Dr Achmad Jaziedi menandatangani MoU disaksikan Bupati Lamongan Fadeli dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan dr. Taufik Hidayat. (Achmad Bisri/Klikjatim.com)
Editor : Redaksi