KLIKJATIM.Com | Malang - Jika Kompetisi Liga 1 2020 benar-benar dilanjutkan, klub peserta bakal merogoh kocek lebih banyak lagi. Sebab, mereka akan melaksanakan rapid tes bagi pemain dan pelatih untuk memastikan kesehatannya aman dan tidak terpapar Covid-19.
[irp]
Baca juga: Penikam Mahasiswa Stiekes Malang Dibekuk Satreskrim Polresta Malang
Manajemen Arema FC menyambut baik terkait persiapan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menggelar kompetisi lanjutan Liga 1 Indonesia dengan protokol kesehatan. Selama protokol kesehatan dijalankan, sepakbola bisa bergulir lagi.
Dokter tim Arema FC, dr Nanang Tri Wahyudi SpKO menegaskan pentingnya koordinasi dengan semua klub. “Dari dokter tim Arema mendukung pelaksanaan gelaran liga, tinggal bagaimana teknis pelaksanan protokol kesehatan itu,” kata Nanang.
Demi menjalankan protokol kesehatan dalam sepakbola, biayanya tidak kecil. “Anggarannya besar, untuk rapid test per minggu, dan setiap pemain dan ofisial harus melaksanakan rapid test tersebut setiap akan bertanding,” sambung dokter alumnus Universitas Gajah Mada tersebut.
Baca juga: Dukung Produksi KUBE Circus Digital, BRI Malang Bantu Mac Mini
[irp]
Meskipun belum ada estimasi resmi, dr Nanang memperkirakan rapid test per pertandingan bisa mencapai puluhan juta rupiah, karena mencakup ofisial sampai pemain kedua klub. “Bisa sampai Rp 50 juta per bulan,” tutupnya.
Baca juga: Polres Malang Amankan Pencuri Uang Toko di Kecamatan Tumpang
Dikatakan, faktor teknis pelaksanaan protokol kesehatan, merupakan jaring pengamanan terpenting bagi para pemain sepakbola. Jika protokol dijalankan dengan seketat dan sedisiplin mungkin, maka sepakbola masih bisa bergulir walaupun harus melalui banyak tahapan. “Perlu koordinasi seluruh klub peserta liga,” tutur Nanang.
Jika ada satu saja klub yang tidak mengindahkan protokol kesehatan dan nekat mengikuti kompetisi lanjutan, maka peserta klub lain akan terancam kesehatannya. Untuk menyukseskan gelaran kompetisi dengan protokol kesehatan, dr Nanang menyebut rapid test adalah kewajiban.(hen)
Editor : Redaksi