KLIKJATIM.Com | Surabaya—Keberadaan kampung tangguh di wilayah Surabaya Raya berhasil menurunkan kurva penyebaran virus corona atau covid-19. Beberapa wilayah di Kota Surabaya angka persebarannya menurun setelah menerapkan kampung tangguh berbasis RT/RW.
[irp]
Baca juga: Sengkarut Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Polisi Temukan Data Manifes Tak Sinkron
“Support, edukasi, dan isolasi sudah dirupakan menjadi kampung tangguh. Kalau di Surabaya dinamakan ‘kampung wani’,” kata Ketua Gugus Tugas Kuratif Covid-19 Provinsi Jatim, dr Joni Wahyuadi, Selasa (9/6/2020) malam.
Joni mencontohkan, seperti halnya kampung tangguh ‘Wani Jogo Suroboyo’ berhasil menurunkan berbagai daerah yaitu, Wonokromo, Pakis, Sawahan, Rangkah, Tambaksari, Manukan Kulon, Tandes, Kedung Baruk, Rungkut dan Jajar Tunggal, Wiyung.
“Sedangkan Kabupaten Gresik terdapat kampung tangguh di Desa Bringkang, Desa Petiken, dan Desa Kepuh Klagen yang berhasil,” katanya.
Baca juga: Perluasan Areal Tebu Dimulai, SGN Perkuat Produksi Gula di Indonesia Timur
Di Kabupaten Sidoarjo kampung tangguh yang berhasil di antaranya di Desa Kepuh Kiriman, Waru, Desa Kedungrejo, Waru, serta Desa Wage, Taman.
[irp]
“Semuanya tujuannya adalah untuk mengisolasi, mensupport pasien yang teridentifikasi karena testing yang telah dilakukan,” jelas Joni.
Baca juga: Sah! P-APBD Sumenep 2026 Tembus Rp2,61 Triliun, Pemkab Pacu Pembangunan di Sisa Tahun
Menurut Joni, kampung tangguh ini merupakan pengendalian wabah covid-19 yang berbasis kampung, baik di tingkat RT, RW, ataupun Desa. Dengan basis tersebut penyebaran covid-19 akan lebih terkendali.
“Dengan berbasis RT, RW dan desa ini penyebaran covid-19 mampu dikendalikan,” ungkapnya. (mkr)
Editor : Redaksi