KLIKJATIM.Com | Surabaya—Keberadaan kampung tangguh di wilayah Surabaya Raya berhasil menurunkan kurva penyebaran virus corona atau covid-19. Beberapa wilayah di Kota Surabaya angka persebarannya menurun setelah menerapkan kampung tangguh berbasis RT/RW.
[irp]
Baca juga: Pandangan Terhalang Kabut? Ini Tips Berkendara Aman Menggunakan Motor Matic dari MPM Honda Jatim
“Support, edukasi, dan isolasi sudah dirupakan menjadi kampung tangguh. Kalau di Surabaya dinamakan ‘kampung wani’,” kata Ketua Gugus Tugas Kuratif Covid-19 Provinsi Jatim, dr Joni Wahyuadi, Selasa (9/6/2020) malam.
Joni mencontohkan, seperti halnya kampung tangguh ‘Wani Jogo Suroboyo’ berhasil menurunkan berbagai daerah yaitu, Wonokromo, Pakis, Sawahan, Rangkah, Tambaksari, Manukan Kulon, Tandes, Kedung Baruk, Rungkut dan Jajar Tunggal, Wiyung.
“Sedangkan Kabupaten Gresik terdapat kampung tangguh di Desa Bringkang, Desa Petiken, dan Desa Kepuh Klagen yang berhasil,” katanya.
Baca juga: Sambut 1448 Hijriah, Ratusan Siswa Yayasan Al-Abror Sukosewu Bojonegoro Semarakkan Pawai Ta'aruf
Di Kabupaten Sidoarjo kampung tangguh yang berhasil di antaranya di Desa Kepuh Kiriman, Waru, Desa Kedungrejo, Waru, serta Desa Wage, Taman.
[irp]
“Semuanya tujuannya adalah untuk mengisolasi, mensupport pasien yang teridentifikasi karena testing yang telah dilakukan,” jelas Joni.
Baca juga: Sambut Libur Sekolah, Hotel Santika Gresik Hadirkan Promo Staycation 'School Holiday is Coming'
Menurut Joni, kampung tangguh ini merupakan pengendalian wabah covid-19 yang berbasis kampung, baik di tingkat RT, RW, ataupun Desa. Dengan basis tersebut penyebaran covid-19 akan lebih terkendali.
“Dengan berbasis RT, RW dan desa ini penyebaran covid-19 mampu dikendalikan,” ungkapnya. (mkr)
Editor : Redaksi