KLIKJATIM.Com | Gresik – Wakil Bupati Gresik dr. H. Asluchul Alif mengajak masyarakat meneladani perjuangan para ulama, khususnya dalam mengembangkan dakwah dan pendidikan Islam. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Haul ke-128 KH M. Sholih Tsani di Pondok Pesantren Qomaruddin, Sampurnan, Kecamatan Bungah, Gresik, Kamis (5/11/2026).
Peringatan haul tersebut dihadiri keluarga besar Pondok Pesantren Qomaruddin, alim ulama, masyayikh, habaib, pengurus yayasan, dewan asatidz, santri, alumni, serta masyarakat.
Baca juga: Ribuan Jamaah Ngalap Berkah di Puncak Acara Haul ke-125 KH Muhammad Sholeh Tsani Bungah
Momentum ini menjadi ajang mengenang jasa dan perjuangan KH M. Sholih Tsani dalam meletakkan fondasi dakwah dan pendidikan Islam yang hingga kini terus berkembang melalui Pondok Pesantren Qomaruddin.
Dalam sambutannya, Wabup Alif mengatakan, haul tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai kegiatan mengenang wafatnya seorang ulama. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat untuk meneladani akhlak, meneruskan cita-cita, dan melanjutkan perjuangan para pendahulu.
"KH M. Sholih Tsani merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan dakwah dan pendidikan Islam di Kabupaten Gresik. Melalui Pondok Pesantren Qomaruddin, beliau telah meletakkan fondasi pendidikan keagamaan yang terus berkembang dan memberikan manfaat bagi umat hingga hari ini," ujarnya.
Alif mengajak masyarakat mengambil pelajaran dari perjuangan para ulama dan pendiri pesantren. Menurutnya, ada tiga nilai utama yang perlu terus dijaga, yakni keikhlasan dalam berjuang, pentingnya ilmu dan akhlak, serta menjaga persatuan dan kerukunan.
Ia menegaskan, pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, kesantunan, kedisiplinan, dan akhlakul karimah.
"Nilai-nilai inilah yang sangat relevan untuk kita implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan Kabupaten Gresik. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah belah. Justru persaudaraan, toleransi, dan gotong royong harus menjadi kekuatan dalam membangun masyarakat," jelasnya.
Menurut Alif, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berilmu, berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial juga harus menjadi perhatian.
Dalam hal ini, pondok pesantren dinilai memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus mempersiapkan generasi penerus bangsa.
"Kami berharap Pondok Pesantren Qomaruddin terus menjadi pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat, sekaligus melahirkan generasi yang menguasai ilmu agama, mampu menghadapi perkembangan zaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara," tambahnya.
Melalui Haul ke-128 KH M. Sholih Tsani, Alif kembali mengingatkan bahwa menghormati jasa ulama harus diwujudkan melalui tindakan nyata dengan meneruskan perjuangan dan mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi berikutnya.
Ia berharap Pondok Pesantren Qomaruddin semakin maju dan berkembang serta terus melahirkan generasi penerus ulama yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.
"Jasa ulama tidak cukup hanya dikenang, ilmunya tidak cukup hanya didengarkan, nasihatnya tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perjuangannya harus kita teruskan," pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Alif juga menyerahkan secara simbolis Sertifikat Registrasi Nasional Naskah Kuno dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia kepada Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin, Bungah.
Editor : Abdul Aziz Qomar