BSI Perluas Penghijauan DAS, Bidik 1.000 Hektare hingga 2027

Reporter : Abdus Syukur
PT BSI turut menghadirkan berbagai produk hasil bumi tersebut dalam Expo Ekonomi Kreatif Santri 2026. Kegiatan yang digelar di Alun-Alun Bondowoso

KLIKJATIM.Com | Bondowoso  - PT Bumi Suksesindo (BSI) menargetkan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) mencapai 1.000 hektare hingga 2027. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memenuhi kewajiban Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) atas kegiatan operasional tambang Tujuh Bukit di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Untuk mendukung target tersebut, PT BSI saat ini telah mengelola sekitar 200 hektare lahan rehabilitasi DAS di Kabupaten Bondowoso dan Situbondo. Selain itu, terdapat lahan kompensasi (lakom) seluas kurang lebih 630 hektare yang berada di Kabupaten Bondowoso.

Baca juga: Warung Madura di Bondowoso Ludes Dilalap Api

Pengelola rehabilitasi DAS PT BSI di Bondowoso, Wulan, mengatakan bahwa program penghijauan difokuskan pada lahan-lahan kritis yang telah ditetapkan untuk pemulihan lingkungan. Lokasi pelaksanaannya ditentukan oleh Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Brantas Sampean.

“Lahan yang kami kelola merupakan lahan kritis yang ditetapkan untuk penghijauan. Penunjukan lokasi rehabilitasi DAS dilakukan oleh Kementerian Kehutanan melalui BPDAS Brantas Sampean,” kata Wulan, Rabu (4/11/2026).

Ia menjelaskan, target 1.000 hektare tersebut merupakan bagian dari kewajiban PPKH OP4. Pelaksanaan program mencakup tiga wilayah, yaitu Kabupaten Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi.

Wulan menegaskan, rehabilitasi DAS dan penghijauan lahan kompensasi tidak sama dengan reklamasi tambang. Keduanya memiliki lokasi dan cakupan kegiatan yang berbeda. Reklamasi dilakukan untuk memulihkan lingkungan di dalam area tambang, sementara rehabilitasi DAS dan penghijauan lahan kompensasi dilaksanakan di luar area pertambangan.

Baca juga: MPM Honda Jatim Hadirkan Public Exhibition New Honda Vario 160 di Bondowoso

Menariknya, pengelolaan lahan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemulihan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Sejumlah komoditas pertanian dan hasil hutan bukan kayu dihasilkan dari kawasan rehabilitasi DAS, di antaranya beras jagung, gula aren, pete, pisang, nangka, kluwek, kopi, dan madu.

Wulan menyambut positif keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan sekaligus memperkenalkan potensi hasil bumi tersebut. Menurutnya, hasil produksi dari kawasan rehabilitasi DAS memiliki peluang untuk semakin dikenal dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

“Kami senang masyarakat bisa memamerkan hasil bumi dari area rehabilitasi DAS. Harapannya, potensi ini semakin dikenal sehingga bisa memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Warga Bondowoso Kembali Dibuat Pusing Akibat Kelangkaan BBM Pertalite

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi lokal, PT BSI turut menghadirkan berbagai produk hasil bumi tersebut dalam Expo Ekonomi Kreatif Santri 2026. Kegiatan yang digelar di Alun-Alun Bondowoso pada 28 Oktober hingga 4 November 2026 itu merupakan bagian dari Gerakan Ekonomi Santri (GES) Bondowoso.

Dalam kegiatan tersebut, PT BSI berpartisipasi sebagai sponsor sekaligus peserta bersama 132 peserta lainnya. Keikutsertaan ini sekaligus menjadi sarana memperkenalkan produk unggulan masyarakat dari kawasan rehabilitasi DAS kepada khalayak yang lebih luas

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru