Rektor UTM Kritik Jalan Suramadu-Bangkalan, Minta Pemkab Segera Benahi Akses Menuju Kampus

Reporter : Suryadi Arfa
Rektor UTM Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menyampaikan kritik terhadap kondisi infrastruktur jalan dan keamanan mahasiswa dalam kegiatan Terak Bulan di kampus UTM. (Dok)

KLIKJATIM.Com | Bangkalan – Kondisi infrastruktur jalan dari Jembatan Suramadu menuju Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mendapat sorotan Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H. Ia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan segera membenahi akses tersebut karena dinilai berpengaruh terhadap citra daerah sekaligus keselamatan mahasiswa.

Kritik itu disampaikan Prof. Safi’ saat memberikan sambutan dalam kegiatan Terak Bulan di Taman Kampus UTM, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-495 Kabupaten Bangkalan sekaligus Dies Natalis ke-25 UTM.

Baca juga: UTM Bangkalan Bangun Ekosistem Baru, Riset, Inovasi, dan Bisnis Bertemu di Kafe

Di hadapan perwakilan Pemkab Bangkalan, kepolisian, pimpinan kampus, dan masyarakat, Prof. Safi’ mengungkapkan bahwa akses menuju kampus masih dihadapkan pada persoalan jalan sempit dan rusak. Padahal, jalur tersebut menjadi salah satu akses utama bagi tamu dari luar daerah maupun delegasi internasional yang berkunjung ke UTM.

Ia bahkan menceritakan pengalaman seorang pejabat kementerian yang pernah mengungkapkan kesan kontras saat melakukan perjalanan dari Suramadu menuju kampus UTM.

"Setelah masuk ke UTM, saya merasa ada di negara yang berbeda. Dari Suramadu menuju ke sini, infrastrukturnya masih kecil, rusak, dan segala macam. Tapi setelah masuk ke dalam kampus UTM, saya merasa ada di negara yang berbeda," ungkap Prof. Safi’.

Menurutnya, kondisi jalan menuju kampus tidak sekadar menyangkut kenyamanan pengguna jalan. Lebih dari itu, infrastruktur tersebut menjadi gambaran awal yang membentuk persepsi pengunjung terhadap Kabupaten Bangkalan.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap akses Suramadu-UTM dalam perencanaan pembangunan. Meski memahami adanya keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, ia menilai pemerintah perlu menentukan skala prioritas berdasarkan dampak strategis.

"Semua infrastruktur penting untuk diperbaiki. Tetapi karena keterbatasan anggaran, barangkali diprioritaskan mana yang punya dampak lebih signifikan dan strategis, khususnya terhadap citra baik Kabupaten Bangkalan," tegasnya.

Tak hanya soal citra daerah, Rektor UTM juga mengkhawatirkan keselamatan mahasiswa akibat buruknya kondisi infrastruktur dan ancaman kriminalitas di sekitar lingkungan kampus.

Ia mengaku tidak ingin mahasiswa menjadi korban pembegalan, tindak kejahatan, maupun kecelakaan yang dipicu kondisi jalan yang tidak memadai. Karena itu, ia meminta Bupati Bangkalan segera menindaklanjuti komitmen pembangunan infrastruktur yang sebelumnya telah disampaikan.

Baca juga: Wagub Emil: Madura Siap Cetak SDM Kesehatan Unggul Masa Depan

"Saya tidak tega melihat mahasiswa saya menjadi korban begal, menjadi korban kriminalitas, termasuk mengalami jatuh karena infrastruktur yang jelek. Saya berharap Pak Bupati segera merealisasikan janji-janjinya," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Safi’ juga mengajak pemerintah daerah, kepolisian, civitas akademika, dan masyarakat memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, kemajuan perguruan tinggi harus didukung kondisi sosial yang aman dan kondusif di wilayah sekitarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengubah stereotip negatif terhadap masyarakat Madura yang kerap berkembang di media sosial. Citra Madura, menurutnya, tidak seharusnya terus dikaitkan dengan kriminalitas maupun kekerasan.

Sebaliknya, masyarakat perlu membangun citra positif melalui prestasi, perilaku, serta karya seni dan budaya.

"Kita tunjukkan bahwa Madura tidak seperti itu. Kita tunjukkan dengan karya seni dan budaya yang kita miliki," katanya.

Baca juga: UTM Tambah Profesor, Dorong Riset Terapan di Sektor Pertanian, Kelautan, Hukum, dan Industri

Menurut Prof. Safi’, kegiatan Terak Bulan menjadi salah satu sarana memperkenalkan kekayaan budaya Madura sekaligus mempertemukan kreativitas mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menjaga tradisi dan memperkuat hubungan antargenerasi.

Di sisi lain, ia menyampaikan sejumlah perkembangan UTM yang kini memasuki usia ke-25 tahun. Salah satu capaian penting adalah dibukanya Fakultas Kedokteran dan dimulainya kegiatan pembelajaran.

UTM juga telah masuk dalam pemeringkatan perguruan tinggi dunia dengan posisi 2.001 tingkat global dan peringkat ke-41 secara nasional. Sementara untuk kategori Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU), UTM disebut menempati peringkat kelima.

Prof. Safi’ menilai capaian tersebut menjadi kebanggaan masyarakat Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan. Namun, kemajuan perguruan tinggi perlu diimbangi pembenahan infrastruktur dan lingkungan daerah agar mampu mendukung aktivitas pendidikan maupun masyarakat.

Momentum Hari Jadi ke-495 Kabupaten Bangkalan dan Dies Natalis ke-25 UTM, menurutnya, harus menjadi penguat komitmen bersama untuk mewujudkan daerah yang aman, ramah, berbudaya, serta memiliki infrastruktur yang memadai.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru