Pertamina Tambah Pasokan, Antrean BBM di Tiga Wilayah di Madura Terpantau Lancar 

Reporter : fadil
Salah satu SPBU Pertamina di Kota Sampang

KLIKJATIM.Com | Sampang - Penambahan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Madura, Jawa Timur mulai membawa perubahan pada kondisi antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Berdasarkan keterangan resmi pengawas SPBU pada Rabu (28/10/2026), antrean kendaraan di Bangkalan, Pamekasan, dan Sampang dilaporkan berangsur terkendali.

Baca juga: Permudah Pencatatan Keuangan, QRIS BRI Sampang Dukung Pelaku Usaha Manfaatkan Teknologi Digital


Perubahan tersebut disampaikan Pengawas SPBU 5469307 Pamekasan, Sutrisno. Dia menyebut jumlah kendaraan yang mengantre di luar SPBU kini tersisa sekitar 15 unit, dibandingkan sebelumnya yang diperkirakan mencapai 50–70 kendaraan.


Sementara itu, SPBU 5369114 di Bangkalan melaporkan hampir tidak ada penumpukan kendaraan di dalam maupun di luar area pengisian. Adapun SPBU 5469209 di Sampang menyebut antrean mulai normal setelah adanya penambahan alokasi Pertalite dan Biosolar dari PT Pertamina.


"Antrean di Pamekasan sudah berkurang hingga 75 persen," katanya.


Menurut Sutrisno, penambahan pasokan BBM berdampak pada berkurangnya antrean kendaraan di luar area SPBU.


“Kondisi SPBU 5469307 saat ini, setelah diadakannya penambahan pasokan BBM, kondisi antrean sudah banyak berkurang, kurang lebih berkurang sekitar 75%,” ujarnya.


Sutrisno merinci bahwa jumlah kendaraan yang sebelumnya mengantre di luar SPBU mencapai puluhan unit. Kini, antrean tersebut menyusut menjadi sekitar 15 kendaraan.


“Yang awalnya antrian di luar mencapai 50-70 kendaraan, sekarang kurang lebih sekitar 15 kendaraan saja,” katanya.


Berdasarkan angka yang disampaikan, pengurangan antrean diperkirakan mencapai 35–55 kendaraan. Angka tersebut merupakan perkiraan berdasarkan pemantauan pengawas SPBU, bukan hasil penghitungan independen.


Meski antrean telah berkurang, Sutrisno tidak merinci besaran tambahan pasokan maupun jumlah kendaraan yang dilayani selama periode tersebut.


"Di Bangkalan hampir tak ada penumpukan kendaraan di area SPBU," ucapnya.

Baca juga: Diduga Korsleting, Kebakaran di Pasar Tambelangan Sampang Hanguskan Tiga Lapak 


Sementara itu, Pengawas SPBU 5369114 di Jalan Raya Suramadu, Masaran, Kabupaten Bangkalan, S. Aryo Utomo, menyatakan bahwa aktivitas pengisian BBM berlangsung normal. Kendaraan masih ramai, tetapi pelayanan berjalan teratur dan lancar.


“Kondisi SPBU terpantau normal, ramai lancar dan pelayanan yang teratur,” ungkap Aryo.


Menurutnya, penambahan kuota pengiriman Biosolar turut membantu mengurai antrean dan mengurangi penumpukan kendaraan.


“Bahkan setelah adanya penambahan kuota pengiriman BBM Biosolar saat membantu mengurai kemacetan, hampir tidak ada penumpukan kendaraan yang mengantri di dalam maupun di luar area SPBU,” katanya.


Aryo tidak menyebutkan jumlah kendaraan yang datang maupun besaran penambahan kuota Biosolar. Namun, dalam laporannya, kondisi di SPBU tersebut dinilai telah terkendali.


Pengawas SPBU 5469209 Sampang, Amir Hayat, dalam laporannya menyebut bahwa antrean kendaraan di Sampang mulai berangsur normal setelah adanya penambahan alokasi BBM.

Baca juga: Libatkan Unsur Pemerintah, Pemkab Sampang Harap Penyaluran BLT DBHCHT Tepat Sasaran


Berbeda dengan laporan Bangkalan yang berfokus pada Biosolar, Amir menyebut tambahan alokasi di Sampang mencakup Pertalite dan Biosolar dari PT Pertamina.


“Setelah minggu ini adanya penambahan alokasi baik Pertalite maupun Biosolar dari PT. Pertamina, kondisi antrean di SPBU mulai berangsur normal, lancar dan kondusif,” kata Amir.


Dia berharap penambahan alokasi tersebut dapat berlanjut agar kondisi pelayanan tetap terjaga. “Semoga ini dapat berlanjut terus,” harapnya.


Amir tidak menyampaikan angka penurunan antrean ataupun jumlah kendaraan yang masih mengantre di SPBU Sampang. Karena itu, perkembangan di wilayah tersebut baru dapat digambarkan berdasarkan keterangan bahwa pelayanan mulai normal dan kondusif.


Dari ketiga laporan tersebut, Pamekasan menjadi lokasi dengan angka perubahan antrean paling terperinci. Sementara di Bangkalan dan Sampang, pengawas menyampaikan kondisi pelayanan tanpa merinci jumlah kendaraan sebelum dan sesudah penambahan pasokan.

 

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru