Sempat Tertutup Longsor, BPBD Magetan Bersihkan Material dan Buka Kembali Jalur

Reporter : Fauzy Ahmad
BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Magetan serta unsur terkait mengerahkan alat berat jenis bego untuk menyingkirkan material longsor

KLIKJATIM.Com | Magetan  -Tanah longsor menutup seluruh akses jalan penghubung Sukowidi–Tapak, tepatnya di Desa Tapak, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Sabtu (24/10/2026) malam.

Longsor dipicu meluapnya aliran irigasi yang menggerus lahan milik warga hingga material tanah menutup badan jalan dan menimpa tiang kabel listrik PLN.

Baca juga: Meriah! Roadshow Honda PCX di Alun-Alun Magetan Hadirkan Hiburan dan Pengundian Hadiah UKH

Kepala Pelaksana BPBD Magetan, Eka Radityo, mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Lahan yang longsor memiliki panjang sekitar 30 meter dengan ketinggian mencapai 20 meter.

“Laporan kami terima melalui Call Center BPBD. Material longsor menutup 100 persen akses jalan penghubung Sukowidi–Tapak sehingga tidak bisa dilalui,” kata Eka.

Petugas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) menerima laporan pada pukul 22.15 WIB dan tiba di lokasi lima menit kemudian untuk melakukan asesmen serta pendataan. Pada malam kejadian, BPBD bersama unsur terkait memasang rambu peringatan untuk membatasi akses masyarakat ke area longsor.

Baca juga: Polres Magetan Gelar Razia Tempat Hiburan Malam, Ini Hasilnya

Pembersihan material baru dilakukan Minggu (25/10/2026) mulai pukul 07.00 WIB. BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Magetan serta unsur terkait mengerahkan alat berat jenis bego untuk menyingkirkan material tanah yang menutup jalan.

Penanganan melibatkan TNI, Polri, PLN, Kecamatan Panekan, Pemerintah Desa Tapak, PMI, sejumlah relawan, dan masyarakat setempat. Setelah proses pembersihan berlangsung beberapa jam, akses jalan kembali normal pada pukul 13.20 WIB.

Baca juga: Semarakkan HUT ke-81 Jatim dan HUT ke-351 Magetan, Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sukomoro

Eka mengingatkan masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan saat dan setelah hujan deras. Warga diminta mengenali tanda-tanda pergerakan tanah, seperti munculnya retakan di tanah atau dinding rumah, pohon maupun tiang yang mulai miring, air keruh keluar dari celah tanah, serta suara gemuruh dari lereng.

“Warga sebaiknya menghindari aktivitas di sekitar lereng terjal saat kondisi cuaca berisiko. Jangan melintasi area yang sudah diberi barikade atau ditutup terpal karena masih berpotensi terjadi longsor susulan,” ujarnya.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru