KLIKJATIM.Com | Jember – Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember mulai berangsur normal. Kondisi ini menyusul peningkatan penyaluran Pertalite oleh Pertamina Patra Niaga untuk mengimbangi lonjakan permintaan dalam beberapa hari terakhir.
Pengusaha SPBU Baratan, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Wahyu Nugroho, mengatakan penambahan pasokan telah berlangsung sekitar empat hari terakhir. Kondisi antrean di SPBU yang dikelolanya kini relatif kondusif.
Baca juga: Nurul Hasanah Tampilkan Sisi Lembut Madura lewat Konten Tiga Bahasa
“Kalau antrean sekarang sudah normal. Pasokan Pertalite juga ditambah, sudah empat harian terakhir,” ujar Wahyu saat dikonfirmasi di Jember, Rabu (21/10/2026).
Wahyu menjelaskan, SPBU Baratan biasanya menerima pasokan Pertalite sekitar 16.000 liter per hari. Namun, pada Rabu, pasokan yang diterima meningkat menjadi 24.000 liter atau bertambah 8.000 liter dari kondisi normal.
Penambahan tersebut setara dengan 50 persen dari pasokan harian biasanya. Meski demikian, volume pengiriman dapat berubah mengikuti pengaturan distribusi.
“Memang tidak tiap hari diselang-seling, tapi ini sudah digerojok,” kata Wahyu, yang juga menjabat Humas DPC Hiswana Migas Besuki.
Sementara itu, Sales Area Manager Retail Malang PT Pertamina Patra Niaga, Angga Y. Putra, menjelaskan peningkatan distribusi dilakukan untuk mengimbangi kenaikan konsumsi Pertalite di Jember.
Menurut Angga, sebelum terjadi perubahan harga BBM, rata-rata penyaluran bahan bakar di Kabupaten Jember berada di kisaran 570 kiloliter (KL) per hari. Seiring meningkatnya permintaan, volume distribusi kini ditambah menjadi sekitar 680 KL hingga 700 KL per hari pada kondisi tertentu.
“Rata-rata penyaluran di Jember itu kalau normal sebelum ada kenaikan harga itu sekitar 570 KL per hari,” ujar Angga.
Baca juga: Tiga Siswa Sekolah Rakyat Jember Diduga Dianiaya Mahasiswa Unhan, Kasus Dilaporkan ke Polisi
Ia menyebut perubahan harga BBM turut memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Sebagian konsumen yang sebelumnya menggunakan Pertamax beralih ke Pertalite sehingga permintaan terhadap BBM bersubsidi tersebut meningkat.
“Nah, ini kita tingkatkan rata-rata hampir 20 persen lebih bahkan, itu di sekitar 680 sampai terkadang mungkin bisa sampai 700 KL per hari,” jelasnya.
Pertamina menyatakan distribusi BBM di Jember saat ini relatif kondusif. Meski begitu, pemantauan terhadap kebutuhan di masing-masing wilayah terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan antrean panjang kembali terjadi.
Angga menjelaskan, antrean yang masih muncul umumnya terkonsentrasi pada jam berangkat dan pulang kerja. Untuk mengurangi kepadatan, Pertamina berupaya melakukan pengaturan antrean serta mengarahkan pengendara ke SPBU yang relatif lebih lengang.
Baca juga: Kobra Jawa Bersembunyi di Rangka Motor Warga, Damkar Jember Butuh 25 Menit untuk Evakuasi
Di sisi lain, Pertamina meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi untuk mencegah penyalahgunaan. Pembelian menggunakan botol maupun kendaraan dengan tangki modifikasi yang diduga bertujuan menjual kembali BBM menjadi perhatian dalam pengawasan tersebut.
Pertamina juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menertibkan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, baik di SPBU maupun di luar lokasi penyaluran.
Angga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan menggunakan energi secara bijak agar distribusi tetap terjaga dan kebutuhan konsumen dapat terpenuhi.
Peningkatan pasokan ini diharapkan mampu menjaga kestabilan distribusi Pertalite sekaligus mencegah antrean panjang kembali terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Jember.
Editor : Abdul Aziz Qomar