klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kobra Jawa Bersembunyi di Rangka Motor Warga, Damkar Jember Butuh 25 Menit untuk Evakuasi

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Seekor ular kobra jawa (Naja sputatrix) sepanjang 1 meter ditemukan bersembunyi rapat di dalam rongga pipa kerangka besi motor milik warga di Kaliwates.
Seekor ular kobra jawa (Naja sputatrix) sepanjang 1 meter ditemukan bersembunyi rapat di dalam rongga pipa kerangka besi motor milik warga di Kaliwates.

KLIKJATIM.Com | Jember – Seekor ular kobra jawa (Naja sputatrix) sepanjang satu meter bikin geger warga di Jalan Kiai Mojo 4, Lingkungan Kaliwates Kidul, Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (19/10/2026) siang. Ular berbisa mematikan tersebut ditemukan bersembunyi rapat di dalam rongga kerangka besi sepeda motor milik warga.

Menerima laporan darurat sekitar pukul 13.20 WIB, Regu A Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Mako Pemkab Jember langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.

Anggota Regu A Damkar Jember, Hary Aksarawan, menjelaskan bahwa sesampainya di lokasi, petugas harus melepas satu per satu penutup bodi (dek) sepeda motor untuk mendeteksi posisi pasti reptil berbahaya tersebut.

"Ketika kita sampai di lokasi, kita bongkar bodi motor, dek-deknya. Ternyata ular itu bukan berada di balik bodi atau dek motor, melainkan di dalam kerangka besi kendaraan bermotor," ujar Hary saat dikonfirmasi.

Posisi persembunyian ular yang berada di dalam pipa kerangka besi membuat petugas tidak bisa mengeksekusi penangkapan secara langsung menggunakan penjepit. Petugas lantas memutar otak dengan menyemprotkan cairan pembersih beraroma menyengat ke dalam rongga rangka kendaraan.

Strategi tersebut membuahkan hasil. Setelah ditunggu selama kurang lebih 20 hingga 25 menit, kobra jawa itu akhirnya merayap keluar dengan sendirinya dan langsung diamankan petugas menggunakan jepitan khusus ular.

"Kita sempat mengalami kesulitan. Akhirnya kita semprotkan cairan Wipol ke dalam besi tersebut. Kurang lebih sekitar 20 sampai 25 menit, ular itu keluar dengan sendirinya dan akhirnya kita amankan dengan menggunakan penjepit ular," jelas Hary.

Temuan ini kian menambah kekhawatiran pemilik rumah. Hary mengungkapkan, dalam kurun waktu dua hari terakhir, pemilik rumah sebelumnya sudah membunuh dua ekor kobra jawa berukuran lebih besar dengan panjang sekitar 1,5 meter di sekitar pemukimannya.

Dengan dievakuasinya ular sepanjang satu meter ini, total sudah ada tiga ekor kobra yang muncul di lingkungan rumah warga tersebut.

Lokasi permukiman yang berada tepat di dekat aliran Sungai Bedadung diduga kuat menjadi salah satu faktor habitat asli ular terganggu atau bergeser mencari tempat berlindung hingga masuk ke area pemukiman warga.

Merespons kejadian ini, Damkar Jember mengimbau masyarakat untuk tidak menangkap atau mengeksekusi ular berbisa secara mandiri tanpa keahlian khusus demi menghindari risiko gigitan mematikan.

"Untuk menghindari ular masuk ke rumah, yang perlu diperhatikan adalah kebersihan lingkungan. Bukan karena ularnya dibunuh lalu datang lagi, melainkan kebersihan area sekitar yang harus dijaga. Jika menemukan ular berbisa, segera amankan anggota keluarga dan laporkan ke tim damkar," tutup Hary.

Editor :