Hadiri ISEF 2026, Wagub Emil Dorong Jawa Timur Jadi Garda Terdepan Ekonomi dan Keuangan Syariah Nasional

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Jawa Timur terus tancap gas menjadi motor penggerak ekonomi syariah dan keuangan halal Indonesia.

KLIKJATIM.Com | Jakarta – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mendorong Provinsi Jawa Timur untuk mengambil posisi terdepan dalam akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional.

Keberadaan ribuan pesantren, dominasi industri manufaktur, serta jutaan pelaku UMKM dinilai menjadi modal krusial dalam memperkuat ekosistem halal dan daya saing daerah di kancah global.

Baca juga: Oleng, Innova Reborn di Camplong Sampang Tabrak Pengendara Motor hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

Hal tersebut ditegaskan Wagub Emil usai menghadiri pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital", ajang nasional yang dihelat pada 14–18 Oktober 2026 ini menjadi momentum penguatan kolaborasi lintas sektor.

"Dunia sebenarnya sudah bergerak cepat ke era kemajuan ekonomi syariah. Jika kita tidak menyegerakan kesiapan ekosistem halal dan keuangan syariah kita, maka kita bisa tertinggal. Sebagai perekonomian wilayah terbesar kedua di Indonesia, Jatim harus mengambil posisi terdepan," tegas Emil.

Wagub Emil menjelaskan, salah satu pilar utama kekuatan ekonomi syariah di Jawa Timur berada pada basis pondok pesantren. Data Bank Indonesia mencatat terdapat 7.347 pesantren di Jawa Timur yang berpotensi besar dikembangkan ke arah kemandirian ekonomi, kewirausahaan, serta pemberdayaan usaha berbasis komunitas.

Baca juga: Membludak Hingga 10 Ribu Pendaftar, 3.000 Lowongan PT Shou Fong Lastindo Bojonegoro Diserbu Pencari Kerja

Di sisi lain, sektor manufaktur Jatim yang matang membuka peluang integrasi rantai nilai halal (halal value chain) yang menyeluruh—mulai dari proses produksi, pemenuhan standar sertifikasi, skema pembiayaan syariah, hingga penetrasi pasar ekspor.

"Potensi kita dari jumlah pesantren maupun kemajuan manufaktur yang dimiliki hari ini sangat besar untuk mendorong aktivitas ekonomi produktif yang berdampak langsung bagi warga," imbuhnya.

Penguatan ekosistem halal di Jawa Timur ditunjukkan melalui capaian riil di lapangan. Hingga Agustus 2026, sebanyak 703.853 sertifikat halal telah diterbitkan untuk menaungi sekitar 1,8 juta produk lokal. Kesiapan ini didukung oleh keberadaan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), lembaga pendamping, serta Rumah Potong Hewan (RPH) bersertifikat halal.

Baca juga: Jelang Musim Hujan, Warga Desa Dulang Sampang Minta PLN Segera Perbaiki Kabel Bergelantungan

Sektor usaha rakyat juga menjadi pendorong utama. Sebanyak 4,5 juta UMKM di Jawa Timur saat ini berkontribusi hingga 60 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi.

Selain itu, infrastruktur ramah Muslim di Jawa Timur tercatat terus berkembang pesat, meliputi 22 Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), 804 Destinasi Pariwisata Ramah Muslim, dan 56 Sentra dan Kawasan Halal. 

Menutup keterangannya, Wagub Emil menegaskan bahwa Pemprov Jatim akan terus mempererat sinergi bersama Bank Indonesia, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), lembaga keuangan, serta para pelaku usaha agar pengembangan ekonomi syariah berjalan terintegrasi dan berkelanjutan.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru