Perkuat Ekonomi Wilayah 3T, Bank Jago dan Indonesia Mengajar Terjunkan Fasilitator Kesehatan Finansial ke Sabu Raijua

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
PT Bank Jago Tbk berkolaborasi dengan Gerakan Indonesia Mengajar menerjunkan para Pengajar Muda sebagai Fasilitator Kesehatan Finansial di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

KLIKJATIM.Com | Jakarta – PT Bank Jago Tbk resmi menjalin kolaborasi strategis bersama Gerakan Indonesia Mengajar untuk memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Melalui sinergi ini, para Pengajar Muda mengemban misi tambahan sebagai fasilitator kesehatan finansial yang mendampingi langsung warga di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga: Satukan Talenta Nusantara, Grand Final Aice Got You Season 2 Sukses Digelar di Kota Tua Jakarta

Sabu Raijua dipilih menjadi sasaran utama program mengingat tingkat kerentanan sosial-ekonomi yang cukup tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, dari 97.742 jiwa penduduk Sabu Raijua, sebanyak 27,18 persen atau 30.650 jiwa berada di bawah garis kemiskinan, disertai tingginya rawan pangan (10,11%) dan keterbatasan fasilitas kesehatan dasar.

Head of Sustainability & Digital Lending Bank Jago, Andy Djiwandono, mengungkapkan bahwa kemampuan mengelola keuangan serta menentukan prioritas kebutuhan keluarga menjadi kunci utama agar warga pelosok sanggup mandiri secara ekonomi.

"Melalui solusi keuangan digital yang berfokus pada kehidupan, kami ingin memastikan edukasi keuangan tidak hanya milik masyarakat di kota-kota besar, tetapi juga dirasakan langsung oleh warga di pelosok seperti Sabu Raijua," ujar Andy, Selasa (13/10/2026).

Program pendampingan ini dirancang komprehensif, tidak sekadar teori menabung, tetapi mencakup penyusunan anggaran rumah tangga, pengenalan produk keuangan formal yang aman, pencegahan jeratan pinjaman online ilegal maupun kejahatan finansial, hingga pengelolaan modal usaha mikro.

Baca juga: TPS Konsisten Bibitkan 15.000 Mangrove, Perkuat Komitmen Pelestarian Ekosistem Pesisir dan Pelabuhan Hijau

Sustainability Program Activation Specialist Bank Jago, Andhina Ratri Aryani, menambahkan bahwa kedekatan emosional Pengajar Muda dengan warga lokal menjadi jembatan paling efektif agar transfer pengetahuan keuangan dapat diterima dengan mudah.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, empat Pengajar Muda pilihan telah membekali diri lewat pelatihan intensif dari tim Sustainability Bank Jago, mencakup modul materi serta strategi pendekatan berbasis sosial-budaya setempat.

"Dengan peran tambahan ini, kami optimistis materi pengelolaan keuangan dapat diterapkan dengan baik dan membawa dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari warga," tutur Andhina.

Baca juga: Sabet 4 Penghargaan ASEAN Energy Awards 2026 di Filipina, Inovasi Energi Bersih PLN Group Diakui Tingkat Asia Tenggara

Collaboration Project Manager Indonesia Mengajar, Anindita Rauda Kirana, menyambut positif kolaborasi ini. Menurutnya, pendekatan langsung yang mengandalkan rasa percaya warga menjadi modal utama dalam membentengi perekonomian keluarga dari risiko finansial.

"Di daerah seperti Sabu Raijua, tantangan ekonomi warga sering kali berakar dari minimnya akses informasi pengelolaan uang yang benar. Kehadiran Pengajar Muda tidak hanya membawa ilmu di sekolah, tetapi juga ikut memperkuat daya tahan finansial keluarga," tegas Anindita.

Lewat kemitraan ini, Bank Jago dan Indonesia Mengajar berharap dapat menciptakan ekosistem masyarakat pelosok yang tidak hanya terjangkau layanan perbankan (bankable), tetapi juga memiliki ketahanan (resilience) finansial jangka panjang.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru