KLIKJATIM.Com | Surabaya - Kapolda Jatim, Irjen Fadil Imran mengapresiasi warga Surabaya dalam membentuk Kampung Tangguh. Salahsatunya yang diterapkan oleh warga di RW 04 Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. kendati memiliki banyak akses masuk, namun warga setempat sepakat memberlakukan satu pintu saja.
[irp]
Baca juga: Polres Mojokerto Kota Bongkar Peredaran Rokok Vape Mengandung Narkoba
“Luar biasa respons masyarakat untuk mencegah dan mengatasi dampak covid 19 ini. Bahkan warga juga membuat ruang isolasi, tim URC, lumbung pangan, dapur umum, dan tim sosialisasi. Kami berharap kampung tangguh ini bisa dilakukan untuk semua RW. Sebab melalui disiplin dari keluarga dan kelompok kita bersama bisa melawan pademik ini,” kata Kapolda Jawa Timur saat mengunjungi Kampung Tangguh RW 04 Kelurahan Sidotopo, Senin (25/5/2020) malam.
Dijelaskan, untuk menekan jumlah kasus virus di zona merah, pemerintah perlu membentuk adanya kampung tangguh seperti ini. Di antaranya yang juga wajib diprioritaskan ada di lima kecamatan. Yakni Rungkut, Krembangan, Wonokromo, Semampir, dan di Surabaya Barat. Sementara guna mengantisipasi pencegahan penyebaran virus di luar lingkungan. Petugas gabungan tiga pilar menindak warga berkerumun dan yang tidak menaati aturan PSBB.
“Cangkrukan akan ditindak jika tidak mengikuti perwali. Penegakan hukum humanis dan solutif terutama soal keberlangsungan ekonomi pengusaha warung kecil juga wajib. Sehingga solusi dampak juga teratasi dan bisa diminimalisir bersama,” paparnya
Baca juga: Ayah Bejat Gauli Dua Anak Tiri di Surabaya, Salah Satunya Sampai Hamil 6 Bulan
[irp]
Baca juga: Gandeng Polda Jatim, MPM Honda Jatim Perkuat Sistem Tanggap Darurat dan Kesiapsiagaan Karyawan
Sworo Adi Suryanto, Ketua tim relawan Kampung Tangguh yang sekaligus ketua RW 04 Kelurahan Sidotopo mengungkapkan, warganya mengerahkan penjagaan swadaya dan gotong-royong warga. Kampung ini juga menyediakan fasilitas pencegahan Virus Covid 19 ini. Tepasang alat penyemprotan desinfektan, peralatan hand sainitizer dan spanduk sosialisasi.
“Prosedurnya berlaku buat semua warga pendatang. Dilakukan tanya jawab, absensi dan diberikan sosialisasi. Kita juga memberikan himbauan ke warga dan pendatang pentingnya menjaga kebersihan keluarga dan lingkungan,” jelas Sworo. (hen)
Editor : Redaksi