KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperkuat dukungan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat. Selain menyediakan akses pembelajaran formal, pemkab mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membiayai bimbingan belajar bersama Ruangguru hingga pendampingan mengaji.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat yang dirancang sebagai salah satu upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Pelaksanaannya membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Baca juga: Sekolah Rakyat Gresik Tak Hanya Urus Pendidikan, Pengasuhan dan Keluarga Jadi Perhatian
“Pemerintah Kabupaten Gresik sangat mendukung program luar biasa dari Presiden Prabowo, yaitu Sekolah Rakyat. Kami berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat diterima secara luas oleh masyarakat karena program ini merupakan salah satu upaya pemberantasan kemiskinan melalui jalur pendidikan,” kata Ummi di Kantor Dinsos Kabupaten Gresik, Jumat (9/10/2026).
Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui program Smart School bersama Ruangguru. Sebanyak 75 siswa kelas XI mengikuti bimbingan belajar untuk mempersiapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sekaligus memperkuat kemampuan akademik sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Dalam program tersebut, siswa mengikuti pembelajaran selama 90 menit bersama master teacher Ruangguru. Pemahaman peserta diukur melalui tes awal atau pre-test dan tes akhir atau post-test pada setiap sesi.
Kegiatan berlangsung setiap Selasa dan Rabu pukul 19.00–20.30 WIB serta Jumat pukul 10.00–11.30 WIB. Para siswa juga memperoleh akses premium Ruang Belajar untuk jenjang SMA dan materi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Fasilitas itu memungkinkan siswa mempelajari materi melalui video pembelajaran, mengerjakan latihan soal beserta pembahasannya, serta memanfaatkan fitur ADAPTO untuk mendukung proses belajar.
Selain penguatan akademik, siswa mendapat akses tes minat dan bakat premium. Tes tersebut membantu mereka mengenali potensi diri, minat terhadap mata pelajaran dalam Kurikulum Merdeka, serta pilihan program studi di perguruan tinggi.
Hasilnya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi siswa dalam menentukan pilihan pendidikan sesuai minat dan kemampuan masing-masing.
Untuk sementara, bimbingan belajar bersama Ruangguru baru diberikan kepada siswa kelas XI. Pemkab Gresik berupaya memperluas cakupan program agar dapat menjangkau siswa kelas XI dan XII sehingga persiapan melanjutkan pendidikan setelah lulus bisa dilakukan lebih terarah.
Dukungan pendidikan juga diberikan melalui pendampingan keagamaan bagi seluruh siswa Sekolah Rakyat pada jenjang SD, SMP, dan SMA. Kegiatan mengaji dilaksanakan lima kali dalam sepekan dengan melibatkan guru mengaji, pengajar tahfiz Al-Qur’an, dan imam masjid. Seluruh pembiayaan kegiatan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Gresik.
Baca juga: 405 Siswa Mulai Belajar di Sekolah Rakyat Gresik, Mensos Pastikan Rekrutmen Tanpa Titipan
Dinsos Gresik turut menyediakan khatib salat Jumat yang memiliki kompetensi di bidangnya. Dengan demikian, dukungan pemkab tidak hanya menyasar kemampuan akademik, tetapi juga pembinaan keagamaan siswa.
Ummi menjelaskan, dukungan pemerintah daerah juga diwujudkan melalui penyediaan lahan seluas 6,5 hektare di Desa Raci Tengah untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
Selain itu, Dinsos melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menjangkau calon siswa dari keluarga yang masuk kelompok desil 1 dan 2. Penjangkauan dilakukan melalui kunjungan langsung dari rumah ke rumah guna memastikan anak-anak dari keluarga sasaran memiliki kesempatan mengakses pendidikan.
Kepala Sekolah Rakyat Gresik Rangga Pratama mengatakan, penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut mencakup tiga bidang utama, yakni akademik, kesiswaan, dan keasramaan. Di luar pembelajaran reguler dan bimbingan bersama Ruangguru, siswa juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan kemampuan serta meraih prestasi.
“Program bersama Ruangguru ini diinisiasi oleh Pemkab Gresik untuk meningkatkan kompetensi siswa, mempersiapkan mereka menghadapi TKA, serta mendukung mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kami berharap potensi anak-anak dapat dipetakan sejak dini sehingga setelah lulus, mereka lebih mudah menentukan arah masa depan,” ujar Rangga.
Baca juga: Bupati Gresik Resmikan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi, 405 Siswa Siap Tempuh Pendidikan Gratis
Menurut dia, dukungan pemkab membantu sekolah memberikan pendampingan yang lebih menyeluruh, mulai dari pembelajaran akademik, pengembangan diri, hingga pendidikan keagamaan.
Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Gresik dibangun dengan anggaran sekitar Rp250 miliar. Pada 30 Agustus 2026, Sekolah Rakyat Terintegrasi di Gresik menerima 270 siswa baru, terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Saat ini, jumlah siswa yang ditampung mencapai 405 orang. Jumlah tersebut mencakup 75 siswa lama dan 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan.
Pada jenjang SMA, kegiatan pembelajaran saat ini berlangsung untuk kelas X dan XI, sedangkan kelas XII belum memiliki siswa.
Pemkab Gresik berharap dukungan akademik dan keagamaan yang diberikan dapat memperkuat kualitas pendidikan sekaligus membuka peluang masa depan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Editor : Abdul Aziz Qomar