KLIKJATIM.Com | Jember — Kendaraan pengangkut barang kini mulai lebih leluasa memasuki kawasan Pasar Tanjung Jember pada siang hari. Perubahan positif ini menjadi salah satu dampak nyata yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha setelah Pemerintah Kabupaten Jember secara intensif menata waktu berjualan pedagang serta melakukan rekayasa arus lalu lintas di sekitar area pasar.
Susanto, seorang penjaga warung sembako di sekitar Pasar Tanjung, mengungkapkan bahwa kondisi akses distribusi barang saat ini jauh berbeda dibandingkan sebelum kebijakan penataan diberlakukan. Menurutnya, dahulu kendaraan pengangkut barang kerap mengalami kemacetan parah dan kesulitan masuk saat aktivitas pedagang melimpah hingga badan jalan pada siang hari.
Baca juga: DPO Kasus Pembunuhan Pamekasan Ditangkap di Jember
“Kalau dulu ada kiriman barang jam 12.00, mobil atau truk sudah enggak bisa masuk, tapi hari ini bisa,” ujar Susanto saat dikonfirmasi oleh awak media, Jumat (2/10/2026).
Ia menambahkan, penerapan sistem shift operasional bagi pedagang pasar bawah sejauh ini berjalan cukup lancar, meskipun masih terdapat beberapa pedagang yang membuka lapak lebih awal dari ketentuan SOP pukul 16.00 WIB. Kendati demikian, ketertiban kawasan dipandang jauh lebih teratur dibandingkan masa sebelum penataan.
Penataan jam operasional tidak hanya memperlancar akses mobilitas logistik, tetapi juga memberikan dampak keseimbangan ekonomi bagi para pedagang di bagian dalam pasar.
Sunaryati, salah seorang pedagang yang menempati lantai atas Pasar Tanjung, mengaku mengalami peningkatan jumlah pembeli dalam beberapa hari terakhir. Sebelum rekayasa ini, aktivitas pedagang pasar bawah yang beroperasi sejak siang hari membuat alur pembeli menumpuk di luar dan enggan masuk ke lantai atas.
“Sekarang mendingan agak ramai. Kalau sebelumnya yang di bawah buka dari siang, beberapa hari ini sudah diatur, jadi yang di atas mulai ramai. Harapannya lebih baik, lebih adil,” ungkap Sunaryati.
Dari kacamata penataan arus transportasi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember, Gatot Triyono, menyampaikan bahwa perubahan alur lalu lintas di Jalan Samanhudi selama lima hari terakhir berlangsung relatif tertib dan lancar.
Meskipun masih dijumpai sejumlah pelanggaran kecil akibat adaptasi masyarakat, Dishub Jember terus mencermati dinamika kepadatan kendaraan di ruas jalan sekitarnya, seperti Jalan Ahmad Yani dan Jalan Trunojoyo.
Pihaknya berencana menggelar Analisis dan Evaluasi (ANEV) guna mengukur efektivitas rekayasa arus secara berkala serta menyerap masukan dari masyarakat pengguna jalan.
Terpisah, Koordinator Satgas Cinta Pasar Tanjung, Danang Andriasmara, menegaskan bahwa penataan ketertiban dan lalu lintas ini merupakan bagian dari tahapan awal menuju rencana revitalisasi Pasar Tanjung secara menyeluruh.
Pendekatan ini melibatkan lintas unsur, mulai dari Pemkab Jember, DPRD, TNI, Polri, Kejaksaan, hingga perwakilan pedagang. Selain penataan lapak, Satgas juga tengah fokus membenahi infrastruktur dasar, termasuk pembersihan saluran drainase untuk mengatasi problem pendangkalan dan bau tidak sedap.
“Goal-nya adalah revitalisasi Pasar Tanjung. Nantinya ada pembangunan pasar yang diharapkan cukup menampung seluruh pedagang, sehingga tidak lagi ada yang berjualan di jalan,” tegas Danang.
Melalui konsistensi penerapan aturan serta pengawasan terpadu, pembenahan kawasan Pasar Tanjung diharapkan mampu menciptakan pusat perdagangan daerah yang tertib, bersih, lancar, dan berkeadilan bagi seluruh pelaku usaha.
Editor : Fatih