KLIKJATIM.Com | Jember – Pemkab Jember terus mematangkan rencana penataan kawasan Food Street di Jalan Kartini. Kawasan kuliner malam tersebut diproyeksikan menampung lebih dari 100 tenant UMKM dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember, Sartini, mengatakan Food Street nantinya mengusung tiga tema kuliner, yakni Nusantara, Chinese, dan Eropa.
Baca juga: Ratusan Pedagang Pasar Tanjung Jember Lempari Pemkab dengan Sayuran Busuk, Ini Tuntutan Mereka
“Desember 2026, insyaallah. Saya belum tahu persisnya nanti tanggalnya, tapi di akhir tahun, insyaallah di tahun 2026 ini,” ujar Sartini saat dikonfirmasi, Rabu (30/9/2026).
Saat ini, Pemkab Jember masih melakukan pemetaan dan pengukuran lokasi untuk menentukan kapasitas tenant. Pengukuran dilakukan dengan menyesuaikan ukuran gerobak pedagang yang nantinya menempati kawasan tersebut.
Dari pemetaan sementara, kapasitas Food Street diperkirakan dapat menampung lebih dari 100 tenant. Namun, jumlah pedagang yang akan ditetapkan masih menunggu proses verifikasi data.
“Kita sudah petakan, kita ukur dengan panjang gerobak itu insyaallah kurang lebih ada 100 lebih, saya lupa, takut salah,” ungkapnya.
Food Street akan membentang di kawasan Jalan Kartini, mulai dari sekitar GraPari menuju arah selatan. Jalur tersebut kemudian berbelok ke kanan menuju Hotel 88 hingga kawasan Jalan Diponegoro.
Pemkab Jember juga menyiapkan pembangunan pedestrian pada jalur menuju kawasan Hotel 88 untuk mendukung penataan kawasan kuliner tersebut.
Aktivitas Food Street direncanakan berlangsung pada malam hari, mulai pukul 18.00 hingga 23.00 WIB. Sejumlah fasilitas pendukung juga disiapkan, di antaranya penerangan kawasan dan kursi yang dapat digunakan masyarakat secara gratis.
Persoalan parkir juga menjadi bagian dari penataan. Pemkab Jember menyiapkan kantong parkir di kawasan SMP Negeri 1 Jember dan Kantor Dinas Perhubungan Jember untuk mengakomodasi kendaraan pengunjung.
Sementara itu, penempatan UMKM non-kuliner masih dalam pembahasan. Salah satu lokasi yang sebelumnya dipertimbangkan adalah kawasan Dinas Tenaga Kerja, namun hingga kini belum ada keputusan final.
Penataan tersebut dilakukan agar Food Street tidak hanya menjadi pusat kuliner, tetapi juga tetap memberikan ruang bagi pelaku UMKM dari sektor lainnya.
Pemkab Jember juga memastikan keberadaan lapak tidak akan mengganggu akses masyarakat menuju fasilitas umum. Jalur menuju gereja, sekolah, dan rumah sakit yang berada di Jalan Kartini tidak akan digunakan untuk lapak UMKM.
“Untuk kegiatan keagamaan kita tidak ganggu. Jadi nanti arah masuk ke gereja maupun ke sekolah maupun ke rumah sakit yang di Jalan Kartini itu, kita tidak taruh UMKM yang ada di situ,” kata Sartini.
Dengan konsep tiga tema kuliner dan kapasitas sementara lebih dari 100 tenant, Food Street disiapkan menjadi salah satu kawasan kuliner malam sekaligus ruang usaha bagi pelaku UMKM di Jember.
Sebelum ditargetkan beroperasi pada akhir 2026, Pemkab Jember masih mematangkan sejumlah aspek, mulai dari pendataan pedagang, penataan tenant, fasilitas kawasan, pedestrian, kantong parkir hingga lokasi bagi UMKM non-kuliner.
Editor : Abdul Aziz Qomar