Gelar Rapid dan Swab Tes Massal, Beberapa Tenaga Kesehatan RS Unair Positif Covid-19

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya—Setelah dua minggu melakukan screening massal baik rapid maupun swab tes, beberapa tenaga kesehatan RS Unair Surabaya dinyatakan positif covid-19 atau virus corona.

Jubir Tim Satgas Covid-19 RS Unair, dr Alfian Nur Rasyid membenarkan adanya sejumlah tenaga kesehatan yang positif covid-19. Namun, belum diketahui pasti berapa jumlahnya.

Baca juga: Sukses di Bisnis Landscape Nasional, M. Novianto Siap Bawa Inovasi Hijau untuk Kemajuan Lamongan

[irp]

“Saya nyatakan memang ada yang positif. Tapi saya belum punya data berapa banyak yang positif itu,” katanya, Minggu ((24/5/2020).

Dijelaskan dr Alfian, beberapa nakes yang memiliki hasil positif Corona dari swab PCR dalam kondisi baik. Ada pula yang melakukan isolasi mandiri di rumah maupun di dormitory yang disediakan.

"Kondisi baik, saya pantau dari WA. Setelah kita pantau kondisi baik, ada yang diisolasi di rumah masing-masing. Belum tahu berapa yang ada di dormitory. Tapi ada. Kita rawat mereka dengan baik tidak dirujuk ke RS lain agar mereka merasa senang dirawat di RS sendiri," ujarnya.

[irp]

Baca juga: Jauh dari Kesan Anarkis, Pekerja PTPN I Regional 5 Pilih Istighosah dan Doa Bersama Peringati May Day 2026

Alfian menjelaskan, jika terdapat nakes yang positif, RS Unair akan terus berupaya bagaimana menyembuhkannya, tidak di-stigma negatif dan mereka tetap berperan selama sakit. Sebab mereka bisa mengerti lebih dalam apa yang dirasakan oleh pasien.

"Di zaman pandemi dan orang-orang di RS di seluruh Indonesia dan dunia nakes di area merah. Ibarat Surabaya itu kan sudah area merah, tapi di 14 titik RS rujukan se-Surabaya itu lebih merah dibandingkan di Surabaya secara umum. Potensi untuk terjadi penularan di masyarakat besar apa lagi di RS," urainya.

Menurutnya, tidak perlu kaget jika ada nakes yang terinfeksi Corona meskipun sudah menggunakan APD lengkap. Artinya, bukan berarti nakes memiliki kekebalan tersendiri terhadap virus Corona.

"Saya menilai, kalau sampai terjadi nakes tertular artinya jantung pertahanan melawan COVID sudah tembus. RS ini area yang harusnya benar-benar bisa terlindungi nakes dan keluarganya. Apa bila nakes di RS ada yang terjangkit itu artinya jantung pertahanan untuk bisa merawat pasien sudah tembus Dampaknya bisa berbahaya kepada nakesnya sendiri, kepada pasien (tidak bisa merawat karena isolasi). Itu akan mengurangi jumlah nakes yang akan melayani RS," paparnya.

Baca juga: Program ESDM Dipertanyakan, 5 Motor Listrik Konversi Pemkab Jember Diduga Mangkrak dan Tak Terawat

[irp]

Bahkan, nakes RS Unair membuat tagar nakes ikhtiar meskipun masyarakat bersikap terserah. Mereka tetap ikhtiar untuk men-support nakes yang terinfeksi untuk kembali sembuh. Karena untuk menghasilkan nakes membutuhkan waktu yang lama tidak singkat.

"Pun kalau mereka sakit, kita harapkan sakitnya ringan, tidak menulari orang lain, kita isolasi. Tapi peran WFH (untuk nakes yang terinfeksi) tetap dijalankan untuk menyumbangkan pemikiran dan ide mereka," pungkasnya. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru