Gubernur Khofifah Perluas Penyaluran Langsung Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan Hingga ke Kabupaten Ponorogo

Reporter : Muhammad Nurkholis
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan dropping air bersih untuk masyarakat yang ada di Desa Karangpatihan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo

KLIKJATIM.Com | Ponorogo  -Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan dropping air bersih untuk masyarakat yang ada di Desa Karangpatihan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo, Sabtu (19/9). Turut hadir dalam penyaluran bantuan tersebut yaitu Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita.

Secara khusus, Gubernur Khofifah mengajak semua pihak maksimalkan ikhtiar baik secara saintifik (scientific) maupun spiritual untuk menghadapi kekeringan.

Baca juga: Dampingi Presiden Prabowo di 1 Abad Gontor, Gubernur Khofifah Puji Konsistensi Pendidikan Karakter dan Bahasa

Gubernur Khofifah menyampaikan ikhtiar dapat dimaksimalkan dengan upaya-upaya melalui pendekatan teknik dan scientific. Diantaranya dengan melakukan droping air bersih, mencari sumber-sumber air terdekat, pemboran sumur serta operasi modifikasi cuaca (OMC).

Akan tetapi Gubernur Khofifah menyampaikan kekeringan harus dihadapi dengan gotong royong semua pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan kebersamaan masyarakat untuk menjaga sumber air dan mendukung solusi jangka panjang seperti pipanisasi dan sumur bor.

“Semua pihak harus bersama-sama mengikhtiari. Secara saintifik kita lakukan operasi modifikasi cuaca, pengeboran sumur, menarik air dari sumber-sumber terdekat. Secara spiritual kita memohon kepada Allah agar menurunkan hujan yang membawa rahmat dan manfaat,” kata Gubernur Khofifah.

Intervensi droping air bersih ini dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur lantaran sejumlah wilayah di Jawa Timur tengah dilanda kekeringan dan krisis air bersih salah satunya di Kab. Ponorogo. Hingga tanggal 19 September 2026, 24  wilayah di Jawa Timur telah mengeluarkan status darurat. 

Gubernur Khofifah menuturkan untuk Dsn. Dungus Ds Karangpatihan Kec. Pulung 15.000 liter air bersih disalurkan menggunakan 3 armada truk tangki berkapasitas 5.000 liter. Gubernur Khofifah juga memberikan bantuan berupa 3 buah tandon, 2 buah tandon lipat, dan 60 buah jerigen untuk masyarakat serta membagikan sembako di desa tersebut.

Sedangkan untuk keseluruhan Kab. Ponorogo, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan berupa 200 buah jerigen kapasitas 15 liter, 50 buah tandon kapasitas 1200 liter untuk penanganan kekeringan dan krisis air bersih.

Di Kabupaten Ponorogo sendiri kekeringan terjadi di 5 kecamatan yang dialami 241 keluarga, 612 jiwa. Di Kec. Pulung kekeringan berdampak pada 56 keluarga 189 jiwa, Kec. Bungkal terdapat 111 keluarga 193 jiwa, Kec. Sampung 10 keluarga 35 jiiwa. Lalu di Kec. Jambon berdampak pada 120 jiwa dan di Kec Slahung menimpa 36 keluarga, 75 jiwa

Droping air bersih oleh Pemprov Jatim telah dilakukan di 23 kabupaten di Jawa Timur. Antara lain Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan, Jember, Lumajang, dan Pamekasan. Lalu Bangkalan, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Ngawi, Mojokerto.

Kemudian penyaluran air bersih juga telah dilaksanakan di Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Pacitan, Tuban, Sampang dan Kediri. 

Tak hanya itu, orang nomor satu di Jatim ini menjelaskan Pemprov Jatim melalui Dinas Sumber Daya Air berupaya memetakan sumber mata air yang bisa ditarik melalui pipanisasi. 

Pola ini sudah dilakukan di berbagai daerah, seperti di Singosari Malang yang menarik air dari kawasan Gunung Arjuna sejauh 15 kilometer, bahkan di titik lain hingga mencapai 17 kilometer.

Baca juga: Terjebak Kebakaran Hutan, Lansia Pencari Kayu di Ponorogo Meregang Nyawa

“Kalau di desa ini terkonfirmasi ada titik air terdekat, kita bisa bersama-sama membangun konektivitas pipanisasi agar air itu bisa dialirkan ke desa ini,” kata Khofifah.

Ia mengakui tantangan pipanisasi tidak mudah. Di beberapa lokasi yang sudah terkonfirmasi ada sumber air, namun upaya pipanisasi sempat terkendala karena kekhawatiran warga desa sekitar sumber air tidak tercukupi.

Selian itu upaya yang bisa dilakukan, kata Gubernur Khofifah, adalah dengan melakukan pengeboran sumur. Namun tiap daerah memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda.

"Ada yang di kedalaman 90 meter sudah keluar air, ada yang hingga 200 meter masih bertemu batu hingga mata bor harus diganti 19 kali," sebutnya.

Tidak berhenti di situ, Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 3 September yang lalu. Setiap kali terdeteksi awan yang masuk ke daratan Jawa Timur, langsung dilakukan penyemaian untuk menghasilkan hujan ringan hingga sedang.

“Kita melakukan sangat banyak ikhtiar sejak tanggal 3 September lalu. Kalau BMKG mendeteksi adanya awan yang masuk ke daratan Jatim, kita lakukan penyemaian dan itu jadi hujan ringan sampai sedang,” jelasnya.

Baca juga: Takziah ke Rumah Korban KM Virgo Transport 8, Gubernur Khofifah Berikan Santunan dan Bantuan Usaha

Di sisi lain, Gubernur Khofifah juga mengajak semua pihak untuk melakukan ikhtiar spiritual. Secara khusus, Gubernur Khofifah meminta Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jatim untuk mengimbau masjid-masjid melaksanakan Salat Istisqa' usai pelaksanaan Salat Jumat pada pekan depan.

“Kemarin kita sudah melakukan Salat Istisqa',  Saya minta Jumat depan di masjid-masjid setelah Salat Jumat dilaksanakan Salat Istisqa, salat mohon kepada Allah agar diturunkan hujan yang membawa rahmat dan manfaat,” pesannya.

Di kesempatan yang sama, selain mendapat bantuan dropping air bersih, warga masyarakat desa Karangpatihan juga mendapatkan jirigen dan sembako.

Wagiyem (62) salah satu warga desa setempat yang mendapatkan bantuan menyampaikan terima kasih atas bantuan penyaluran air bersih untuk desanya. Ia merasa bahagia lantaran kekeringan di desanya sudah berjalan selama 5 bulan dengan suplai air yang begitu sulit. 

Ia merasa bantuan air bersih ini sangat berharga karena air adalah kebutuhan sehari-hari bagi setiap warga. Ia berharap di desanya segera turun hujan sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

"Terima kasih Bu Gubernur, bantuan airnya sangat bermanfaat. Kami di sini sudah 5 bulan kekeringan, semoga tidak ada lagi kekeringan di tahun depan, terima kasih Bu Gubernur Khofifah," kata Wagiyem. 

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru