KLIKJATIM.Com | Gresik – Nama mantan pemain Persebaya Surabaya era 1990-an, Dodik Suprayogi, mulai mencuat sebagai kandidat Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Gresik. Kemunculan nama tersebut mendapat respons positif dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Dodik dinilai memiliki pengalaman di dunia sepak bola yang menjadi salah satu modal untuk memimpin organisasi sepak bola di Kabupaten Gresik. Selain pernah memperkuat Persebaya, ia juga tercatat pernah bermain untuk Mitra Surabaya dan PSDS Deli Serdang.
Baca juga: Gressia FC, Klub Sepak Bola Perempuan Perdana di Gresik Daftar Anggota Askab PSSI Gresik
Saat ini, Dodik menjabat sebagai Kepala Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti. Ia juga menjadi penasihat klub Gress One FC.
Nama Dodik mencuat setelah disebut Bupati Fandi Akhmad Yani saat melepas tim Gresik United U-13 dan U-15 yang akan berlaga di Piala Soeratin 2026 di Jember, Selasa (1/9/2026).
Dodik tidak menampik jika dirinya disebut-sebut sebagai kandidat Ketua Askab PSSI Gresik. Ia mengaku sepak bola sudah menjadi bagian dari kehidupannya dan menyatakan siap jika nantinya dipercaya memimpin organisasi tersebut.
“Sepakbola bagian dari hidup saya. Kalau ditanya apakah siap atau tidak, jika kelak menjadi Ketua Askab PSSI Gresik, ya harus siap,” kata Dodik saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026).
Meski demikian, Dodik menyadari tugas memimpin Askab PSSI Gresik bukan perkara ringan. Menurutnya, pembinaan sepak bola, khususnya usia dini, membutuhkan program yang berkelanjutan, dukungan berbagai pihak, serta fasilitas yang memadai.
“Memang kalau dirasa berat ya berat, tapi jika ada basic pengalaman di sepakbola dan tahu pondasi mekanisme juga dukungan ya harus dicoba, kan begitu,” ujarnya.
Ia menilai pembinaan pemain muda tidak bisa dilakukan secara instan. Para pemain harus mendapatkan ruang berkompetisi melalui sistem pertandingan yang berjenjang, disertai sarana dan prasarana yang mendukung proses pembinaan.
Dukungan terhadap Dodik datang dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Orang nomor satu di Pemkab Gresik itu sebelumnya menyoroti kondisi pembinaan sepak bola usia dini yang dinilai masih membutuhkan pembenahan.
Baca juga: Diikuti 52 Tim, Askab PSSI Gresik Cari Sponsor Kompetisi Internal
Yani menyebut masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Askab PSSI Gresik. Salah satunya adalah belum terakomodasinya seluruh sekolah sepak bola (SSB) dalam sistem pembinaan yang terintegrasi.
“Masih banyak pekerjaan rumah di Askab PSSI Gresik. Saya berharap ada sosok yang bisa menjalankan program di dalamnya dengan baik di masa mendatang,” ujar Yani.
Menurutnya, kepengurusan Askab PSSI Gresik ke depan harus diisi sosok yang memahami sepak bola sekaligus memiliki komitmen kuat terhadap pembinaan pemain usia dini.
“Tunggu Munas PSSI pusat, nanti kita tata kembali Askab PSSI Gresik,” katanya.
Ketika ditanya mengenai sosok Dodik yang memiliki latar belakang sebagai pemain sepak bola profesional, Yani menyatakan dukungannya.
Baca juga: Piala Bupati Dilanjut Januari 2022, PSSI Gresik Tunggu Izin Kepolisian
“Cocok itu, saya setuju. Kriteria yang pas. Dia orang bola dan tahu, mengerti sepakbola,” tegasnya.
Sorotan terhadap kondisi Askab PSSI Gresik juga disampaikan Exco/Komite Usia Muda Askab PSSI Gresik, Agita Desi Dwijaning Ayu. Ia mengatakan roda organisasi Askab PSSI Gresik dalam sekitar tiga tahun terakhir dijalankan oleh pelaksana tugas (Plt).
Menurut Agita, kondisi tersebut terjadi setelah Ketua Askab PSSI Gresik sebelumnya, Moh Rofiqi, mengundurkan diri. Rofiqi disebut mundur karena mengikuti pencalonan legislatif.
“Yang saya tahu, tiga tahun ini dipegang oleh Plt. Pak Ketua Askab PSSI Gresik Rofiqi mengundurkan diri, ikut pencalonan legislatif,” ujarnya.
Dengan munculnya kandidat berlatar belakang mantan pemain profesional, pembenahan organisasi dan penguatan pembinaan usia muda kini menjadi salah satu pekerjaan rumah yang akan dihadapi Askab PSSI Gresik.
Editor : Abdul Aziz Qomar