KLIKJATIM.Com | Banyuwangi – Puluhan sopir truk menggelar aksi demonstrasi dengan memblokade akses masuk Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Kamis (3/9) pagi. Aksi tersebut menyebabkan kendaraan yang hendak masuk maupun keluar pelabuhan tertahan.
Para sopir truk memprotes kebijakan yang membuat kendaraan angkutan barang tidak dapat masuk dan menyeberang menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Mereka meminta pengelola pelabuhan memberikan kesempatan bagi truk untuk diseberangkan karena sebagian sopir telah berhari-hari menunggu.
Baca juga: Imigrasi Banyuwangi Bentuk Tim Pengawasan Orang Asing
Akibat aksi tersebut, antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang mengular hingga sekitar 12 kilometer. Kepadatan arus lalu lintas bahkan mencapai kawasan SPBU Bangsring, Banyuwangi.
Sopir truk asal Lumajang, Ngatino, mengatakan dirinya bersama sejumlah sopir lainnya melakukan protes karena tidak diperbolehkan masuk ke pelabuhan penyeberangan.
Menurut dia, para sopir telah tertahan selama beberapa hari. Kondisi tersebut dikhawatirkan menyebabkan muatan yang diangkut rusak dan menimbulkan kerugian bagi sopir maupun pemilik barang.
"Saya sudah tertahan hampir lima hari sejak Minggu (29/8). Kalau tidak segera masuk, muatan saya bisa rusak dan saya harus menanggung ganti rugi. Sementara kendaraan mobil dan bus bebas masuk," ujar Ngatino.
Hal senada disampaikan Warih, sopir truk asal Sidoarjo. Ia meminta PT ASDP Indonesia Ferry, Polresta Banyuwangi, dan KASOP Pelabuhan Ketapang memberikan kesempatan kepada kendaraan truk untuk masuk dan menyeberang ke Gilimanuk.
"Tuntutan kami tidak muluk-muluk, segera izinkan kami masuk dan naik kapal menyeberang ke Gilimanuk, itu saja," ujar Warih.
Para sopir menilai kendaraan angkutan logistik perlu mendapat kepastian agar tidak terus tertahan di jalur menuju pelabuhan. Selain berpotensi merusak muatan, antrean panjang juga membuat pengemudi harus menghabiskan waktu berhari-hari di jalan.
Baca juga: KMP Perkasa Prima 5 Mati Mesin di Selat Bali, 25 Penumpang Berhasil Dievakuasi
Sementara itu, Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim AKBP Hendrix Kusuma Wardhana mengatakan petugas PJR Jatim V bersama Satlantas Polresta Banyuwangi telah melakukan pengaturan dan rekayasa arus lalu lintas di sekitar kawasan ASDP Ketapang dan Simpang Tiga KP3 Lingkar.
Sejumlah langkah dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan, di antaranya memasukkan kendaraan besar ke Dermaga Bulusan, menerapkan sistem contra flow bagi truk kecil menuju Banyuwangi, serta mengalihkan arus kendaraan dari arah Banyuwangi melalui jalur lingkar Simpang Tiga Farly.
Kepadatan kendaraan juga dipengaruhi meningkatnya volume kendaraan, tingginya aktivitas kendaraan logistik, serta pekerjaan peningkatan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk dan pekerjaan pada Dermaga Ponton Pelabuhan Ketapang yang ditingkatkan menjadi movable bridge berkapasitas 50 ton.
Di tengah kepadatan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry melakukan optimalisasi operasional kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan pada lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Baca juga: Komplotan Perampok Pecah Kaca Lintas Negara Diamankan Polresta Banyuwangi
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengatakan pihaknya memaksimalkan penggunaan kapal berkapasitas besar, termasuk mengerahkan kapal bantuan, untuk mempercepat penguraian kepadatan.
“Komitmen terhadap pelayanan yang baik dan andal terus menjadi fokus utama kami di tengah dinamika operasional yang terjadi. Saat ini, kami memaksimalkan pengoperasian kapal berkapasitas besar, termasuk mengerahkan kapal bantuan, untuk mempercepat penguraian kepadatan,” ujar Heru.
Saat ini, ASDP mengoperasikan 25 kapal besar di lintasan Ketapang-Gilimanuk, termasuk tiga kapal bantuan. Optimalisasi armada tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan di tengah kepadatan kendaraan.
Petugas gabungan masih disiagakan di sejumlah titik untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan mengantisipasi kembali terjadinya penumpukan kendaraan. Polisi juga melakukan rekayasa arus untuk menjaga lalu lintas tetap bergerak selama proses penguraian antrean berlangsung.
Editor : Fatih