KLIKJATIM.Com | Jember – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Trianggulasi, Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Api membakar sekitar 2 hektare lahan kering milik warga dan baru berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah tim gabungan berjibaku melakukan penanganan selama kurang lebih 13 jam.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa kepulan api pertama kali terdeteksi oleh warga setempat pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, titik api muncul di area Gunung Trianggulasi tanpa diketahui penyebab pastinya.
Baca juga: Rombak 43 Pejabat Pemkab Jember, Bupati Gus Fawait Pakai Analogi Messi-Ronaldo
"Pada sekitar pukul 11.00 WIB telah terjadi kebakaran di Gunung Trianggulasi yang belum diketahui penyebabnya," ujar Edy saat memberikan keterangan resmi di Jember, Minggu (30/8/2026).
Kobaran api kian membesar hingga sekitar pukul 14.00 WIB lantaran lokasinya dipenuhi material yang sangat mudah terbakar, seperti rimbunan bambu, dedaunan kering, dan ilalang. Mengetahui api berpotensi merambat lebih jauh, warga melapor kepada jajaran Muspika Kecamatan Gumukmas.
Pihak Muspika Gumukmas selanjutnya meneruskan laporan tersebut ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jember pada pukul 20.30 WIB.
Menerima laporan darurat tersebut, BPBD Jember langsung mengerahkan personel ke lokasi kejadian pada pukul 21.00 WIB. Tim mendarat di kaki Gunung Trianggulasi sekitar pukul 22.30 WIB dan langsung bergabung dengan unsur Koramil, Polsek, Satpol PP, Damkar, relawan, serta masyarakat setempat.
Sebanyak tujuh personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember diterjunkan untuk memadamkan api. Karena medan geografis berupa kawasan pegunungan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam, petugas terpaksa melakukan tindakan pemadaman secara manual menggunakan gepyok (alat pemukul api).
Baca juga: Dilalap Api 13 Jam, 2 Hektare Lahan Kering di Gunung Trianggulasi Jember Terbakar
"Tim melakukan pemadaman secara manual menggunakan gepyok. Selain itu, petugas juga melakukan assessment dan dokumentasi di lokasi kejadian," jelas Edy.
Perjuangan tim gabungan akhirnya membuahkan hasil. Amukan si jago merah berhasil dijinakkan sekitar pukul 00.00 WIB pada Minggu (30/8/2026) dini hari.
Berdasarkan hasil asesmen pascakebakaran, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare. Area tersebut diketahui merupakan lahan milik warga setempat atas nama Marto dan Yadi, di RT 02/RW 11 Dusun Krajan, Desa Tembokrejo.
Meskipun memakan waktu hingga 13 jam, petugas mengonfirmasi tidak ada kendala berarti selama proses penanganan di lapangan.
"Api sudah padam, kondisi aman dan kondusif," tegas Edy.
Menanggapi insiden ini, BPBD Jember mengimbau masyarakat luas untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla, terlebih di tengah puncak musim kemarau tahun 2026 di mana Pemkab Jember telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan karhutla. Warga diminta ekstra hati-hati dan menghindari aktivitas pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan, terutama saat angin bertiup kencang.
Editor : Fatih