KLIKJATIM.Com | Gresik – Suasana pusat Kota Gresik mendadak semarak dan dipadati ribuan pasang mata warga pada Sabtu (22/8). Ratusan siswa bersama jajaran guru dan tenaga kependidikan SMAN 1 Gresik (Smansa) menggelar parade Karnaval Budaya berkonsep local wisdom (kearifan lokal) yang melintasi sejumlah ruas jalan protokol kota.
Pawai budaya dua tahunan yang melibatkan seluruh siswa kelas X, XI, dan XII ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi rangkaian memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-7 SMAN 1 Gresik.
Baca juga: Peringati HUT ke-81 RI dan Harlah, SMAN 1 Gresik Sedot Perhatian Warga Lewat Parade Kesenian Daerah
Mengambil rute mulai dari SMAN 1 Gresik, Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Perlimaan Petro, SMPN 4 Gresik, Pasar Senggol, hingga berakhir kembali di sekolah, ajang ini menyedot antusiasme luar biasa dari masyarakat sekitar.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Gresik, M. Dhofir, menjelaskan bahwa kontingen peserta dibagi menjadi 12 tim siswa (gabungan tiga kelas) serta satu tim khusus dari jajaran guru dan kepala sekolah. Setiap kelompok mengusung tema kearifan lokal dari kecamatan-kecamatan di Kabupaten Gresik, seperti Kecamatan Sidayu yang menyajikan keberagaman profesi lokal, adat istiadat, hingga arahan gunungan.
"Masing-masing tim mengekspresikan kreasinya di panggung utama WEP selama tujuh menit. Ada yang menampilkan pencak macan, tarian daerah, hingga bentuk pertunjukan seni budaya lokal lainnya. Total terdapat 12 tampilan yang mewakili kearifan lokal kecamatan di Gresik," ujar Dhofir.
Baca juga: Semarak HUT ke-81 RI, Ratusan Pelajar Lamongan Unjuk Kreativitas di Karnaval Nusantara Megilan
Keunikan tersendiri hadir dari kontingen Kepala Sekolah dan Tenaga Pendidik (PTK). Kepala SMAN 1 Gresik, Irfan, tampil menawan memerankan sosok Bupati Pertama Gresik, Kyai Tumenggung Poesponegoro. Penampilannya dikawal para guru wali kelas yang memerankan tokoh-tokoh penting penyebaran agama Islam dan sejarah Gresik, seperti Syekh Maulana Malik Ibrahim, Sunan Giri, Nyai Ageng Pinatih, hingga Nyai Ageng Tumekansari. Sementara jajaran guru lainnya mengenakan Pakaian Kustim, busana adat khas Gresik.
Kepala SMAN 1 Gresik, Irfan, menyampaikan rasa bangga atas ide kreatif, kerja keras, serta sinergi erat antara siswa, guru, komite sekolah, hingga para wali murid.
"Saya sangat senang anak-anak berekspresi secara positif sekaligus uri-uri budaya di Kabupaten Gresik. Beberapa tokoh penting kami sajikan agar menjadi inspirasi bagi anak-anak demi memiliki hal baik dan bisa berbakti bagi agama, bangsa, negara, serta diri sendiri dan keluarga," tutur Irfan, Sabtu (22/8).
Irfan menegaskan, ajang ini menjadi pembuktian bahwa SMAN 1 Gresik terus menjaga identitas sebagai sekolah yang kaya akan nilai positif, prestasi, serta kebersamaan stakeholder. Didorong oleh semangat we have pride (kita punya kebanggaan), para siswa terbukti tampil maksimal memberikan persembahan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Gresik.
Editor : Fatih