Tekan Angka Relaps ODGJ, Puskesmas Mantup Hadirkan Inovasi Semar Si Panji

Reporter : Rozy
Puskesmas Mantup, Kabupaten Lamongan, terus berkomitmen memperkuat pelayanan kesehatan jiwa masyarakat melalui inovasi Semar Si Panji.

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Puskesmas Mantup, Kabupaten Lamongan, berhasil memperkuat layanan kesehatan jiwa melalui inovasi Semar Si Panji (Sistem Mencegah Angka Relaps Pada Pasien Gangguan Jiwa). Program berbasis pemberdayaan masyarakat ini difokuskan untuk menekan angka kekambuhan (relaps) sekaligus meningkatkan kualitas hidup Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Kehadiran inovasi ini merespons tren peningkatan kasus gangguan jiwa di Kabupaten Lamongan. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan mencatat angka ODGJ terus bertambah, yakni 2.533 pasien (2022), 2.535 pasien (2023), 2.618 pasien (2024), hingga mencapai 2.634 pasien pada 2025.

Baca juga: Tekan Angka Relaps ODGJ, Puskesmas Mantup Hadirkan Inovasi Semar Si Panji

Kepala Puskesmas Mantup, dr. Hidayati Khoirunnisa, mengungkapkan bahwa relaps merupakan tantangan terbesar dalam penanganan pasien gangguan jiwa karena dipicu oleh ketidakpatuhan minum obat, minimnya dukungan keluarga, hingga beban sosial-ekonomi.

"Penanganan gangguan jiwa tidak cukup hanya melalui terapi medis. Pasien membutuhkan pendampingan yang berkesinambungan dari keluarga, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat agar dapat mempertahankan kondisi kesehatannya dan kembali produktif," kata dr. Hidayati Khoirunnisa.

Ia menjelaskan, wilayah kerja Puskesmas Mantup saat ini menangani 94 pasien skizofrenia, di mana 80 persen di antaranya aktif berobat. Hal inilah yang mendasari pentingnya sistem pencegahan kekambuhan yang terintegrasi.

Baca juga: RSUD Karangkembang Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa melalui Inovasi Kekasih Sejiwa

Strategi Pelayanan dan Pemberdayaan Semar Si Panji

  • Pembentukan Kader Kesehatan Jiwa: Menjadikan kader desa sebagai ujung tombak pemantauan kondisi pasien di lapangan.
  • Layanan Kesehatan Jiwa Terpadu: Penguatan Posyandu Kesehatan Jiwa, operasional Pojok Kesehatan Jiwa di puskesmas, serta kunjungan rumah (home visit).
  • Terapi Kerja & Pemberdayaan Ekonomi: Pelatihan keterampilan produktif seperti membuat tikar dan anyaman untuk meningkatkan kemandirian serta rasa percaya diri pasien.

“Kami ingin pasien tidak hanya sembuh secara klinis, tetapi juga mampu beraktivitas, berkarya, dan diterima kembali di tengah masyarakat. Karena itu, keluarga dan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pemulihan,” ujar dr. Hidayati Khoirunnisa.

Secara nasional, prevalensi gangguan jiwa masih menjadi perhatian serius mengingat dampaknya terhadap penurunan produktivitas dan tingginya beban pembiayaan kesehatan.

Melalui pendekatan terpadu (promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif), Semar Si Panji terbukti menurunkan angka kekambuhan dan mempercepat deteksi dini. Model kolaborasi ini dinilai sejalan dengan capaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta menjadi percontohan layanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat yang humanis dan inklusif.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru